Twitter Blogger :
Blog Archive
-
▼
2012
(16)
-
▼
Januari
(6)
- Pangandaran Records with Various Impression.
- [Shocked Confession] Intro untuk Astrid
- Unsur non-fisik dalam tidur dan Pola subjek film P...
- Korelasi antara Matematika-Wanita dan kerennya say...
- Eksistensi Budaya Damai di Tempat dan Sinopsis Cat...
- Review saudara Pitoy,S.E. dan Review daya nalar UA...
-
▼
Januari
(6)
Diberdayakan oleh Blogger.
Blog saya yang lain
Who's the blogger?
Kamis, 12 Januari 2012
12
Januari 2012
Bukanlah
angka beruntung di hari ini untuk satu sejawat saya yang sedang ‘kecelakaan’.
Mungkin sudah banyak kita simak di film, novel, komik, radio, theater, musik,
gossip sekitar atau dari balada kera yang dikenal dengan nama sinetron tentang
kecelakaan performa dua insan yang dimabuk asmara. Tapi sekarang tragedi ini
terjadi tepat di depan mata saya (bukan berarti saya yang mengalami kecelakaan
tersebut).
Adalah
Astrid, sejawat seangkatan saya yang sedang menjalani proses skripsi (kampusnya
tak akan saya ceritakan), hari ini kami bertemu untuk kesekian kalinya sekalian
melaporkan kabar tubuhnya yang sedang bernyawa 2, dengan pembawaan santai kami
bersua di wajahnya yang berparas ayu lemu terlihat pancaran duka.
Mungkin
sebagai lelaki kita tabu untuk mengeluarkan air mata, tapi seperti kata Chandil
ex. Vocalist Serieus, ‘Rocker juga Manusia’ maka lebih baik langsung berfokus
untuk merubah diri menjadi ‘Bodor Mode’. Beruntung ‘bodor mode’ membuat Astrid
pantas disebut wanita seksi berkat karakter tegarnya.
Astrid
mungkin tidak seberuntung seperti perempuan lain yang sedang menikmati sabtu
malam dengan kekasih hati, bermain sepuasnya dengan teman-teman dan
mengembangkan bakat. Tapi saat ini aktivitas normal Astrid sedikit terhalangi
karena dia tengah membawa 2 nyawa tanpa diketahui kekasihnya dan keluarganya.
Owhhh….!!
Cerita garing bukan? Mungkin bagi anda!! Sayangnya saat ini saya sedang bukan
menulis novel, saya sedang menuliskan KISAH NYATA.
Adalah
Irfan, saya sedang tak membicarakan pemain sepakbola btw dan Irfan ini tidak
ada korelasi dengan ketampanan seorang indo apalagi korelasi mempunyai Istri
seksi semacam Jennifer Bachdim.
Kita
(termasuk saya yang kaum adam) memang ditakdirkan mempunyai naluri binatang
yang tak tau malu, mempunyai stamina fisik 9x lebih kuat, bila ditambah lagi
variable bebas seperti sarana pribadi yang mendukung dan kemampuan skill bejad,
maka jadilah seperti ini persamaannya :
XXX
= X3 + Y1 + Y2
X3 = naluri binatang di kalikan ke-bejad-an
Y1 = sarana pribadi
Y2 = lengahnya lawan jenis
Y1 = sarana pribadi
Y2 = lengahnya lawan jenis
Maka
jelegerrrrrrr….. anda bisa membayangkannya! Tapi satu hal yang membuat saya
pantas menyebut si Irfan ini seorang ‘Bajingan Kelamin’ adalah Ketidak
Professional-an menghindari kecelakaan maut yang menyebabkan Astrid menutup
mulutnya pada Irfan dan kekasihnya (dan kekasihnya itu bukanlah Irfan).
Diantara
para pembaca sekalian mungkin ada yang termasuk golongan ‘lelaki sangat religius’
seperti Syahrul Gunawan, Tomi Kurniawan, Maher Zain dll, diantara anda juga mungkin
ada juga yang tak rela disebut menganut budaya ‘Good Freedom’ seperti Ozzy
Osborne atau Matthew Tuck. Tapi teori 2 tipikal lelaki di dunia ini mungkin kita
akui keberadaanya sebagai budaya umum yang tak dapat dielakkan :
Hanya ada dua
tipikal lelaki di dunia ini :
1.Lelaki Bajingan (normal dan poligamers).
2.Lelaki Homo.
1.Lelaki Bajingan (normal dan poligamers).
2.Lelaki Homo.
Sumbe teori ini tak jelas. rata-rata teori ini diucapkan oleh sebagian besar lelaki (terutama yang intensitas skill pacarannya tinggi), naahhhh… Dasar Irfan tak ber-skill….!! Entah mungkin dia termasuk doktor tipikal pertama lalu keadaan Astrid yang terpaksa di kosannya, dengan nekat Irfan melakukan ‘Entry Wealth Eagerly Anachronism’ (silahkan anda pecahkan kode yang saya buat sendiri ini) hingga Astrid sekarang memakai topeng sandiwara di kehidupannya.
Kini
saya harus menyimpan rahasia ini sampai di saat yang tepat kapan harus saya
biarkan Astrid memberikan pelajaran pada Irfan, tak cukup apabila Irfan harus
‘mati’, siksaan bathin rasa bersalah pantas Irfan dapatkan seumur hidup.
Perlu
diingat bahwa di catatan ini saya tidak memihak pada Astrid atau Irfan karena
saya tidak mau terlibat dari keputusan yang mungkin mengubah masa depan mereka
(Astrid dan Irfan). Dan saya masih mencari pola rumus lanjutan tentang
kecelakaan ini, semoga anda bisa menghindari kecelakaan ini (bagi yang belum)
dan semoga anda menemukan solusi, tanggung jawab dan keberanian menghadapi
realita (bagi yang mengalami).
Catatan
ini masih berlanjut sampai Astrid memberikan kisah yang selanjutnya dan btw
saya menuliskan kisah ini langsung di hadapan Astrid. Semoga hari-hari Astrid
beruntung dan semoga Astrid-Astrid yang lain mendapatkan jalan terbaik untuk
meneruskan masa depan.
Seperti
kata seluruh kalangan bahwa profesi paling mulia seorang wanita adalah menjadi
‘Manusia setengah malaikat’ yang dikenal dengan sebutan ‘Ibunda’. Bila seorang
Ibunda mampu melangkah di jalan setapak antara kehidupan dan kematian untuk
melahirkan sebuah nyawa, maka tak ada kata ‘memalukan’ bagi Astrid untuk
meneruskan hidup si nyawa baru.
Label:
confession
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

2 komentar:
jadi astrid telah ?
you could guess it bro...
Posting Komentar