Twitter Blogger :
Blog Archive
-
▼
2012
(16)
-
▼
Januari
(6)
- Pangandaran Records with Various Impression.
- [Shocked Confession] Intro untuk Astrid
- Unsur non-fisik dalam tidur dan Pola subjek film P...
- Korelasi antara Matematika-Wanita dan kerennya say...
- Eksistensi Budaya Damai di Tempat dan Sinopsis Cat...
- Review saudara Pitoy,S.E. dan Review daya nalar UA...
-
▼
Januari
(6)
Diberdayakan oleh Blogger.
Blog saya yang lain
Who's the blogger?
Minggu, 08 Januari 2012
8 Januari 2012
Btw sebelumnya terima kasih untuk Mas Eka beserta followers setia (Putra, Bemby, Citra dan Uci) atas bantuan mendapatkan bahan catatan hari ini. Selamat menjalankan amanat ‘I’m the next Leader’ dan Semoga sukses. Skali yongkru…!? eh! Tak lupa untuk Alumni Senbud angkatan saya yang dituduh ganteng bernama Mr.Ablenk ada disini. Hehe…
Bosan rasanya langsung menceritakan satu jam pertama di hari ini, yap! Lagi-lagi alasan standar yaitu belum tidur alias ‘Jurus mata Vampire anti kantuk’ membuat jari-jari bingung untuk memulai catatan hari ini. Cukup masuk akal untuk disadari bahwa nama ajian tersebut hanya perpaduan unsur fantasi dan ke-alay-an saya.
Eksistensi vampire masih luntang-lantung kocar-kacir, entah ini real adanya atau tidak? Kenyataan tentang vampire antara lain; gemparnya kisah asmara antara Edward Cullen dan Isabella Swan, lalu lifestyle vampire yang ditiru manusia normal seperti bermake-up super menor, munculnya gingsul, berambut rapi panjang kebelakang, berlipstick merah darah dan berkostum untuk merayakan Halloween. Hampir semua gaya hidup vampire ditiru kecuali kemampuan terbang dan menghisap darah (terkecuali lagi apabila anda sebangsa kanibal).
Andaiiiiiiii saja saya bisa hidup di negara ketika Indonesia sudah beranjak malam. Tapi negara mana ya? Kita berharap bahwa negara itu diantaranya Inggris, Swedia, South Korea, Chekoslavia, France atau Spanyol.
Setelah dilihat di globe, ternyata Amerika Serikat berada pas dibelakang Negara Indonesia, ups maksud saya dibalik bumi Indonesia. Memang!! Amerika Serikat adalah markas organisasi Freemasonry, Skull & Bones, Order of Nine Angels dll. Itulah resiko terbesar pertama untuk hidup disana.
Kita bisa saja hidup damai alami, jalan paling praktis adalah menetap di hutan rimba atau gunung lebat. Tapi pasti anda juga menolak bukan? kalau harus hidup selamanya di hutan lalu berganti nama menjadi Tarzan!?.
‘Life must go on, and let it flow like sea wave’.
Kita kembali lagi ke tidur, biarkan mimpi tinggal di luar negeri mendorong diri agar terus berkarya dan menaikan KARAKTER. Amin!. Kita mengenal tidur merupakan suatu kebutuhan fisik, guna utama antara lain ; darah dari jantung ke seluruh tubuh menjadi lancar, hidung tidak harus menghirup Karbon Dioksida, sejenak otak tidak menghadapi problematika hidup dan siapa tau dapat inspirasi baru dari mimpi indah.
Tidur dilakukan bukan hanya karena rutinitas fisik, bisa juga karena tubuh kekurangan trombosit, disuntik bius, dihantam oleh benda tumpul dan berat, teler karena marijuana, teler karena whisky, teler karena chipas angin, bĂȘte, habis menangis termahek-mahek (biasanya terjadi pada galawers mania) dll.
Tapi Sekarang saya baru tau 2 unsur utama pengendali tidur, yaitu KEINGINAN DIRI DAN ALAM BAWAH SADAR.
Sulit memang bila ditanya tentang keinginan diri karena keinginan manusia umumnya sangat kompleks dan poliavidity1. Baiknya mari kita berkomitmen untuk menjalani proses menuju keinginan.
1 poliavidity : bermacam-macam keinginan besar
Nah! Alam Bawah sadar ini belum saya pelajari lebih dalam (saya hanya tau garis besarnya), melihat Alam Bawah sadar bagaikan menyelam ke dasar Samudra Atlantik, bahkan penyelaman ini belumlah 100% selesai karena saya baru menemukan pangkal benang kusut penyebab SALAHNYA POLA TIDUR.
Rupanya alam bawah sadar adalah naluri yang menghubungkan kita dengan keinginan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang dalam hidup. Alam Bawah Sadar ini juga yang mendasari ‘Jurus mata vampire anti kantuk’ Hehehehe….. baiklah saya serius! Sejujurnya hal utama yang menjadikan alam bawah sadar terprogram untuk sulit tidur adalah :
1.TIDAK JELASNYA KEGIATAN KETIKA BANGUN TIDUR.
2.MASIH BANYAK HAL YANG BISA DILAKUKAN SEBELUM TIDUR.
Dua statement ini dibuat tanpa niat dan tersimpan dalam memori Alam bawah sadar, tapi saya yakin ada pola/rumus bagaimana terbentuknya dua statement ini. Sayangnya rumus ini masih saya analisa. Semoga saya menemukan rumusnya…. AMIN YA RABB.
Solusi sementara adalah membuat agenda harian lalu berkomitmen untuk menjalani agenda tersebut dan merubah dua statement, jelasnya ;
1.BUAT KEGIATAN UNTUK ESOK PAGI.
2.JALANKANMANAJEMEN PRIORITAS KEGIATAN.
3.LAKUKAN/PRAKTEKAN DUA HAL DIATAS MENJADI KENYATAAN, TEKAN DIRI/ALAM BAWAH SADAR AGAR MELAKSANAKANNYA.
Okeyyy selanjutnya masih berhubungan dengan tidur, sewaktu SMP kelas 1 tahun 2001 saya pernah bertanya pada Bu Ati (guru SMP pelajaran Biologi).
“Bu, apakah sewaktu tidur jantung juga istirahat?”
“oh enggak, kalau jantung istirahat itu berarti seluruh sistem organ tubuh tidak berfungsi untuk selamanya, dalam kata lain adalah ‘Mati’.”
“Astaghfirullah….. jadi gitu Bu?”
“makanya jaga kesehatan jantung, ama empat sehat lima sempurna ya yong!”
“oke bu!”
Kesehatan jantung di minggu siang ini menjadi pertanyaan setelah seorang mahasiswi kedokteran memilih hiburan yang berhubungan dengan darah! Hiiiiii…… saya berharap tidak semua mahasiswi kedokteran mempunyai gaya hiburan yang sama. AMIN…. Btw untuk Bu Ati, maaf Bu, nasihat Ibu 10 tahun lalu saya langgar secara alami.
Apa boleh buat Mahasiswi agak sarap tersebut membuat saya terpaksa menonton film Thailand bertajuk ‘Phobia 2’. Isinya syarat dengan seni make-up dan darah..
Walau film horror bukanlah genre favorit saya (saya tidak mau merasakan efek dari jantung saya). Bila anda menonton film ini saya sarankan ‘mengumpatlah selama mengumpat itu dilarang’. Anehnya kita tiba-tiba berkomitmen untuk duduk terdiam memandang film yang tidak ada satupun kemunculan wajah Asmirandah, Raisa, Giselle Idol, Nadia Saphira, Olivia Jensen, Hayden Panettiere atau Scarlett Johnson ini.
Film berdurasi 1jam ini memang pantas untuk menjadi bahan untuk seru-seruan dan saya mendapatkan pola/rumus untuk membuat rasa penasaran. Diantaranya objek horror dimulai dengan suara-suara simfoni yang komposisinya terdiri dari symphony synthesizer, ledakan bass, strings organ, dibarengi akting para aktor, persamaan pola yang saya dapat dari film ini adalah :
Ketika semua dipadukan teknik angle kamera yang apik jadilah…. bang!!! Jantung anda serasa ikut dengan rasa sang aktor, apalagi dinikmati memakai home-theater.
Pola di setiap film yang saya lihat bervariatif untuk menciptakan rasa penasaran akan apa yang terjadi pada scene berikutnya, hal non-mainstream dari film Thailand ini adalah jarang memberikan kesan happy ending, dari film phobia 2 tersebut hanya film ke-2 yang akhirannya bingung (ketika pasien rumah sakitnya sembuh tiba-tiba diberi hormat layaknya manusia ½ dewa).
Yang paling membuat bulu kuduk merinding, air mata berurai, jantung berdetak kencang, menyebalkan hati adalah nasib gadis backpacker yang dimangsa manusia putaw di cerita ke-3. Silahkan simak sendiri Phobia 2! sangat cocok dijadikan alternative berkencan dan disarankan agar menonton beramai-ramai agar kuantitas membagi ketegangan menjadi sama rata. Haha….
Label:
emotional composition
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar