Twitter Blogger :

Diberdayakan oleh Blogger.

Who's the blogger?

Foto saya
Truth is about discovery and fun adventure.
Kamis, 05 Januari 2012
5 Januari 2012

Uhmmm….. pagi ini mata terbangun dengan sedikit kepuasan sebab hari ini saya bangun sesuai rencana semula yakni tidur selama 6 jam di kamar adik kecil saya. Ayah dan Ibu belum pulang dari Padang, sebenarnya saya lebih suka mereka ada dirumah agar saya bisa pulang jam berapa saja.

Hari ini lagi-lagi UAS (Ujian Agak Serius) mata kuliah yang keseriusannya diragukan, walau sebenarnya saya suka dengan ‘pelajaran pasti’ tapi untuk mata kuliah ini agak kontradiksi dengan kesukaan saya. Apa yang harus saya pelajari dari kesalahan saya ini? saya agak bingung! Apakah saya memang pemalas? atau sulit mencerna kata-kata dosen?. Tentunya yang berpendapat demikian bukan hanya saya seorang, 90% dari 40 sample mempunyai argumentasi yang sama.


Dari 36 mahasiswa ini sepertinya hanya saya dan satu rekan bernama Inez yang pernah berdialog mengulas misteri tentang mata kuliah ini. Ya! Bagi anda yang sekampus dengan saya pasti menebak ‘Matematika Bisnis dan Manajemen’, ‘Matematika‘ adalah momok yang membuat anak sma berniat untuk bolos.

Perlahan kini saya menemukan sedikit arti dari matematika (walau masih sedikit ragu, karena faktor komplikatifnya masih saya pelajari). Solusinya adalah sering mencari buku di perpustakaan untuk menemukan langkah memecahkan soal Matematika, kalau misalnya bisa dan benar, rasa senang timbul bukan main bak kita menemukan harta karun firaun.

Seharusnya mencontek adalah bersifat permisif dalam ujian Matematika, hal ini bisa dibuktikan apabila anda sudah menjadi Akuntan atau Insinyur, mari kita simak contohnya : (persamaan tokoh atau tempat merupakan ketidak sengajaan, sifat cerita : ‘fiksi/fakta/heureuy’)



Kita lihat di Fakultas Manajemen dan Fakultas Ekonomi.
1st story, tokoh : Pak Fahmy sbg Manajer Keuangan, Bu Evi sbg Akuntan.

Bu Evi Ak. : Pak, Berhubung Direktur Operasional berniat membuka cabang di Texas, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat pabrik…??
Pak Fahmy,SE: saya malas membuka buku demi menganalisa, pakai saja semua anggaran bulan ini termasuk anggaran gaji karyawan!


Nah! Mari kita lihat di Fakultas Teknik (diadaptasi dari novel jomblo).

2nd story : Pak Rafi sbg Insinyur Sipil, Pak Dani sbg Insinyur Metalurgi.

Pak Ir.Dani : baja seperti apa yang anda butuhkan untuk membuat struktur jembatan ini?
Pak Ir.Rafi : ah! Dari kuliah saya tidak boleh melihat buku untuk memecahkan kasus! Pesan saja satu pabrik!


Tapi keadaan ini berbanding terbalik di Fakultas Kedokteran dan DON’T TRY THIS AT OPERATION :

3rd story : Bu Silvia sbg Dokter Kapten bedah, Bu Sonia sbg Dokter staff bedah.


Dokter Sonia : Bu, pasien ini jantungnya sudah berhenti! Berapa kali resusitasi jantung yang harus kita lakukan? (keadaan sedang di ruang UGD)
Dokter Silvia : anda tunggu disini, Saya mau melihat buku. (Bu Silvia berlalu untuk melihat buku).


Saya acungkan jempol untuk para Mahasiswa Fakultas Kedokteran yang mempunyai daya ingat tinggi, karena skill tersebut sangat dibutuhkan tatkala nyawa pasien berada di tangan anda. Maka sangat disarankan untuk para pelupa agar menikah dengan gadis lulusan Fakultas Kedokteran, tapi jangan sekali-kali membuat mereka sakit hati karena mereka sangat korektif*. 
*berdasarkan sikap adik saya yang merupakan Mahasiswi Fak.Kedokteran’2010. "makanya! bawa Donat itu sisain buat Uda!"
Entah alasan apalagi yang harus saya kemukakan, saya tidak mau disangka ngeless dan saya harus mencari solusi di pembelajaran ini, diantaranya mungkin membuat jurnal harian manual tentang ringkasan matematika.

Perbedaan mencolok antara Mahasiswa dengan Siswa Pelajar adalah metode belajar yang mandiri dilakukan oleh Mahasiswa, untuk yang satu ini saya seribu kali melakukan pembelajaran mandiri tapi mentok dengan alasan teknis.Tak ada asap, maka tak ada api, bukan maksud untuk berbanding dosen, bukan pula bermaksud melecehkan dosen.

Dosen berkualitas tingi seharusnya mempunyai style untuk membangkitkan minat perhatian mahasiswa dan jangan sama-sama ngeless sambil beralasan kalau mahasiswa itu semuanya pemalas.

Faktanya ada yang pemalas berkualitas, deskripsinya ; pemalas tapi berkomitmen dan solutif untuk membayar tertundanya pekerjaan.

Ada juga pemalas sejati, deskripsinya ; benar-benar pemalas untuk menunda suatu pekerjaan dan berprinsip ‘seberat-beratnya pekerjaan akan terasa ringan apabila tidak dikerjakan’.

Dosen ini bisa saya katakan jenius karena jarang melihat silabus atau modul untuk menerangkan materi yang disampaikan, entah saking jeniusnya atau daya tangkap saya yang tak sesuai, dosen ini hanya menerangkan mendapat 2 adalah 1+1. Beliau jarang menjelaskan teknik mekanisme cara mendapatkan 2. Sehingga tak jarang Dosen ini mendapat keluhan dari mahasiswanya.

Okey! Semoga dosen tersebut melakukan improvement style mengajar. Kita kembali lagi kepada bedah hari ini. Seringkali lelaki (termasuk saya) membuat teori tak jelas dalam mencari korelasi antara matematika dan wanita, tentu saja. Tapi saya pribadi mempunyai korelasi antara kelas Matematika Bisnis dan Wanita. Ya! Sebagian orang terdekat saya tahu bahwa korelasi ini pernah membuat pikiran saya macet.

Adalah Fera (Demi kepentingan publik saya samarkan namanya) mahasiswi angkatan 2011 yang pernah saya lirik (kisah saya dan dia pernah diulas di ‘Jurnal pribadi menuju 80 hari : needy menjadi biang kemacetan**’, konon kata gossip dia sudah memiliki Lelaki yang juga Mahasiswa angkatan 2011 (sekelas dengan saya dan fera).

Adalah Satria (saya samarkan namanya) Secara batin saya menganggap adik untuk pria bertubuh hemat ini, pertama kali kenal saja dia langsung mengeluarkan aura persahabatan kepada saya, contoh pengalaman kami :


Satria : kang! Kamana wae? Sini kang duduk sebelah saya! (sambil merangkul)
Saya : oh oke! (saat itu saya baru tiba di depan kelas, padahal kami belum pernah berjabat tangan).
Satria : kang, nanti ikut futsal yah!
Saya : waduh akang gak bawa sepatu euy! Ntar ikut nonton aja hehehe....
Satria : biarin kang! Saya juga pake sepatu ini! (kata dia sambil menunjuk sepatu ketsnya).
Saya : hmmmm….. okey, liat nanti!


Nah!!!! Seperti bukan gossip lagi kalau Fera dan Satria adalah pacar, saya ikut senang karena saya rasa kedekatan mereka sudah tak pantas lagi disebut teman, bahkan saya salut pada Satria karena tidak harus mengalami kejombloan 2,5 tahun seperti saya hahahahaha…..


Anehhhhnnnyaaa dan sayangnyaaaa….. perlakuan Fera dan Satria sudah sangat berbeda! Fera bisa saya maklumi karena dia wanita, sedangkan Satria harus digembleng agar menjadi Lelaki Jantan.

Btw saya pernah titip salam untuk Fera melalui perantara Satria (pada saat itu mereka belum jadian) lalu tak lupa agar Satria memperhatikan respon fera. Satria melaporkan tugasnya pada saya dan laporannya sebagai berikut :


Satria : “Feranya cuma diem kang!” kata Satria. Memang saat itu, saya sudah menyampaikan isi hati saya.

Saya : “It’s okey! Thanks satch!” kata saya.


Dan sekarang mereka jadian! Kini apabila saya dan satria berpapasan, yang saya lihat di Mata Satria adalah perasaan malu, segan, takut dan tak enak seakan-akan saya adalah Harimau Buas yang sedang mencari mangsa. Contoh :

Satria : Eh kang! aku mau kesana dulu… (kata satria sambil sungkem dan langsung berlalu).
Saya : oh iya! Mau kemana atuh kok buru-buru….??
Satria : kesana kang….! (menunjuk arah langit sambil berlalu dengan senyuman tak karuan).
Saya : anak ini kok jadi aneh ya?? (garuk-garuk kepala).


Saya sama sekali tidak kesal dengan keputusan Satria, saya harap semoga dia membaca catatan ini, dia harus tahu bahwa saya masih menganggapnya adik tapi pacarnya mungkin terlanjur menganggap saya Harimau (itu tugas kamu Satch!).
Haduhhhh…. Kehilangan teman lebih menyedihkan daripada kehilangan pacar.

Saya pun pergi dari kelas dengan perasaan lega dan sedikit sedih karena akan berpisah dengan ‘kelas A mata kuliah Matematika Bisnis dan Manajemen’, anak-anaknya menyenangkan dan gaya bercandanya berkualitas.

Hari ini saya mau mengucapkan banyak terima kasih kepada saudari Mutiq Yb (Mahasiswi Fak.DKV’2010) dan sejawat saya Ade Setia Permana alias Udenk (Pentolan Fak.DKV) karena sudah mentato diri saya, menurut testimoni publik, tato yang dibuat Saudari Mutiq banyak mendapat pujian, maka saya buat persamaan :

Kerenya Tatoo = Kreatifitas sepenuhnya + Kerennya si Model : Keikhlasan hati x 100%


Foto 1-2 : tatakala saya sedang digambar oleh Mutiq.

Dan mohon maaf untuk Udenk karena karya anda tidak dianggap ‘keren’ oleh publik. “matakna tong ngagambar nu araneh, make jeung cyborg deui!”. Mutiq menambah daftar sebagai Seniman asal Ranah Minang (padahal jarang sekali gadis minang menjadi seniman).

0 komentar: