Twitter Blogger :

Diberdayakan oleh Blogger.

Who's the blogger?

Foto saya
Truth is about discovery and fun adventure.
Rabu, 04 Januari 2012
4 Januari 2012  

Harus saya mulai dari mana ya menulis jurnal harian sekarang…? menulis jurnal gaya ngaco adalah kegiatan rutin pengantar tidur, bukan hanya menghibur namun untuk instrospeksi dan analisis hikmah agar daya berpikir otak bisa istirahat malam.

Akan menjadi doa bagi anda, bila menyempatkan waktu sekitar 5 menit untuk membaca catatan ini. Semoga pembaca semua tertular fun ‘kesenangan dari gemar calistung (nasihat guru SD)’. Mari kita gunakan 10 detik pertama untuk mengheningkan cipta kepada Guru SD yang masih mengabdikan diri tanpa tanda jasa, atau yang sudah pensiun atau yang sudah duluan menghadap Sang Pencipta.

Malam tadi lagi-lagi jurus mata vampire saya gunakan, ini sebenarnya bukan tuntutan. Ilmu vampire tersebut sudah bermetamorfosis menjadi jurus ‘Beruang Tidur’ karena selasa kemarin bisa dibilang merupakan hari memuaskan kemalasan sebab saya tertidur dari jam 9 pagi hingga jam 6 sore. (>o<)_\m/.

Tentunya waktu begadang saya gunakan se-efisien mungkin untuk menghafal bahan UAS, berkali-kali lembaran buku dibuka, sesekali saya membuat soal sendiri, baru sekarang saya tersesal karena catatan saya tak selengkap absen di kelas yang terkadang manipulatif.

Keesokan harinya sebelum UAS dimulai, ada kabar burung bahwa terdapat satu mahasiswi angkatan 2009 yang sudah 2,5 tahun ini, belum pernah saya saksikan langsung kebolehannya memakai kemeja ketat putih layaknya Pramugari. Tubuhnya sangat molek, wajah tak jauh berbeda dengan Asia Carrera hahaha… walaupun saya tak menemui batang hidungnya tapi naluri maskulin memanggil untuk mencarinya di lain waktu.

UAS berjalan normal dan menggunakan daya nalar sederhana, sebenarnya soal yang dikerjakan hanya butuh ketelitian dan analisa umum (dalam kata lain tidak perlu hafalan rumit). Apalagi UAS diawasi oleh salah satu dosen favorit saya.

Owh…. Untuk menghindari nyamannya rasa kantuk, saya mencari kesibukan ketika UAS selesai yakni memesan plat nomor motor yang sempat dicopet di parkiran kampus. Saya sungguh tak mengerti apa gunanya plat motor bagi pencopet? Ekstraksi* plat motor tersebut paling-paling juga hanya berguna untuk membuat sendok atau tutup penanak nasi (Buku Pengantar Metalurgi karangan ‘saya lupa lagi’).
*sari besi yang berbentuk cairan logam panas.

Seringkali polisi-polisi pengrazia seperti di antapani dan ujung pengkolan jalan Surya Sumantri menegur agar memasang plat motor lalu dengan santai saya berdusta “hilang tadi sebelum saya pergi pak” dan tiba-tiba saya badmood ketika terpikir polisi, sekalipun saya memikirkan Briptu Eka Frestya yang masih menolak cinta saya.

Oh Bu Polisi…. Tunggu saya berprofesi menjadi Power Ranger Merah, dengan mudah akan ku taklukan hatimu semudah saya menaklukan semua montster.

Rupanya feeling itu menjadi kenyataan, diperapatan cipaganti dibawah jembatan flyover digelar sebuah operasi berpersonilkan selusin pria berkostum ala power ranger hijau. Hihihi…. Jangan kirim saya ke penjara ya pak! Apanan gue mah heureuy….

Entah polisi ini bisa merasakan mulut saya yang hendak berdusta, atau yahhh..... salah satu polisi ‘tak bername-tag’ ini masih membudidayakan ‘Buday damai di tempat’. SIM dan STNK saya langsung dibawa menuju titik nongkrongnya tanpa ditatap terlebih dahulu.

Polisi : ada waktu untuk sidang?
Saya  : ….. aa… (kata saya sambil calangap)
Polisi : atau mau DAMAI DISINI….??
Saya  : ada kok! (tanpa tersenyum)
Polisi : sidang aja?
Saya  : yoi bro!

Ironisnya Polisi tersebut tidak bertanya dulu tentang kesalahan saya atau kalau dia cukup pintar, dia bisa bertanya tentang kabar plat nomor saya.

Hahaha…. ternyata masih ada pengendara motor yang berbudaya ‘Damai di tempat’ (50rb loh). Selain itu ada Ibu gendut mencak-mencak kenalan dengan salah satu polisi ‘tak bername-tag’, kalau tak salah ingat nama polisi itu….

Huahahahahaha…. Namanya mengingatkan saya kepada kawan smp yang luar biasa porenges. Siapapun nama polisi tersebut ‘Semoga ayah anda menyesal karena merestui anda masuk Akpol, lainna abus Widyatama pak! Awewena gareulis siah!!’. Kalau saja Ayah saya sudah tak tangguh lagi menjadi Pengusaha Retail, saya rela mengorbankan cita-cita indah saya yakni menikahi Gisel Idol (uppss sorry…. Saya tengah menatap Gisel idol sedang menjadi sinden dibalut pakaian anggun).

Kita kembali bersama polisi, ibu-ibu mencak itu lantas berkata :

Ibu mencak : siapa nama anda?
Polisi : Mardian!! (dengan sewot).
Ibu mencak : mana itu anda!? apa itu namanya? (sambil menunjuk daerah sekitar dada, bermaksud bertanya kabar name-tagnya).
Polisi : apa? Semuanya juga pake kok! (tambah sewot).
Ibu mencak : ….. (ibu-ibu itu berlalu menuju mobilnya).

Polisi : euuuhhhh!!! geus ditulungan oge*….!! (makin sewot ditambah gerakan menggebrak jok motor dan intonasi sunda kasar).
*euuuhhhh udah ditolongin juga (sundanese). 

 
Ingin rasanya polisi tersebut saya habisi, bukan bermaksud sok jagoan tapi idealisme ‘Penegak Keadilan’ sudah dia coreng dengan bangga. Gegabah mungkin apabila saya langsung menghajarnya sedangkan dua rekannya ikut menatap saya. Ada beberapa forecast (saya jelaskan secara matematis) :

1.Jika saya hajar dia, temannya yang bertubuh tambun ikut membantu dengan dalih ‘saya dicurigai sebagai anggota geng motor’. (maklum wajah saya nyaris mirip Herjunot Ali).

2.Jika saya debat, dia akan ngeless ‘dalam undang-undang sudah seperti itu cuy!’

3.Jika saya foto wajahnya, dia akan minta saya mentag-kan fotonya. Busetttt…. !! Ngeksis juga Pak?? Jangan-jangan nama fb dia ‘m4rdiaN tHeSucKerboyz RocK’NRoll b3ib3h’, saya rasa anda cukup pintar bila tidak mensearch namanya.

4.Lebih baik saya diam dan segera men-save namanya dalam memory otak.


Ah…. Nanti saja saya hubungi Komnas HAPJL (Komisi Nasional Hak Asasi Pemakai Jalan Raya) atau tulisan ini anda simak dengan mood enjoy. Saya pun berlalu dengan agenda tambahan, di tanggal 23 Januari saya harus mengambil SIM sambil menjenguk sepupu di Jalan Jakarta (nama sepupu saya Nazril Irham btw.). dan saya rasa anda sadar bahwa saya saudara semoyang dengan Nazril.

Akhirnya saya berhasil memesan plat motor baru seharga 50rb (gebleg! mahal amat!) di Samsat Bandung Barat Jalan pajajaran dekat rumah sejawat saya bernama Roy Mulyawan (Ketua Divisi Happy Massa 2009, sayang saya tak sempat mampir).

Setelah dari samsat saya berpikiran untuk menambah referensi tentang unsur humor pada setiap tulisan. Hmmmm….. berhubung saya yang norak ini baru saja membaca novel Jomblo karya Adithya Mulya (sorry om! ane lupa ejaan namanya). Saya penasaran membaca karya barunya yang bertajuk ‘Catatan Mahasiswa ganteng Gila’.

Niat untuk membeli Novel ini sebenarnya saya dapat secara tiba-tiba dan kebetulan 3 hari ini saya jarang belanja, maka semua Toko Buku terdekat saya datangi diantaranya : 2 Toko di buah-batu, 2 toko di supratman, 1 toko di tegalega, 1 toko di Merdeka dan akhirnya ada di suci (arah navigasinya nyaris mirip dengan Bab ‘The Quest for Nyla Bernadette’ di buku tersebut). 


Tanpa bermaksud menyombong atau promosi tapi ‘Demi nasib yang sama-sama nama penulis konyol’, lebih bijak kalau anda simak sendiri, cukup puasa merokok 3 hari untuk tertawa sendirian sambil dicurigai sebagai orang tak waras (38ribu). Dengan senang hati akan saya antar anda membeli novelnya (asal atas-bawah saya keluar asap hahaa….).

Tapi kalau boleh bedah sedikit, niat membeli novel ini didasari keinginan saya untuk mencontoh pola hidup, pola tindakan dan pola sikap sang pengarang. Ternyata setelah dibaca dengan seksama, alumni Kampus di jalan Ganesa tersebut adalah manusia biasa, sama seperti saya dan anda, bukan manusia super seperti Albert Einstein. Visualisasi ceria dalam novel ini tidak kalah seru dengan karya beliau yang sebelumnya.

So! Sepertinya saya akan melanjutkan membaca ‘Catatan Mahasiswa ganteng Gila’ untuk mengantar jam tidur. Btw thanks to Rownie, semoga proses skripsinya menyenangkan & next time mari kita hang-out bersama (Rownie is female btw).

Akhir kata mari kita junjung Keadilan dan Enjoy demi kuatnya Budaya Produktif Indonesia. FU*K CORRUPTED COPS dan HIDUP BUDAYA PRODUKTIF.

.Regards Yongki Yessa a.k.a. Yongkru

0 komentar: