Twitter Blogger :

Diberdayakan oleh Blogger.

Who's the blogger?

Foto saya
Truth is about discovery and fun adventure.
Senin, 16 Januari 2012

14-15 Januari 2012

Part 1 - How to make Chemistry of Travelling.

Alhamdullilah atas Rahmat dan Karunia dari Sang Maha Kuasa karena telah menganugerahi otak yang Professor tukang bikin harddisk-pun belum menemukan angka kuantitas memori otak, kalau saya asumsikan secara ngasal mungkin sekitar 999TB (Terra byte). Sedangkan yang menjadikan otak berguna atau tidak adalah seberapa besar daya ingat dan daya pakainya. Selagi masih ingat saya menyegerakan menulis jurnal tatkala 11 Mahasiswa membayar masa penat kuliahnya dengan mengunjungi salah satu objek wisata membanggakan di daerah Jawa Barat.

Untuk sebagian orang mungkin menganggap bahwa travelling ke objek wisata lokal adalah sesuatu nan tak aneh, tapi variable lain yang membuat kesan berbeda adalah ; ‘bersama siapa pergi’, ‘dengan apa anda pergi’, ‘kadar seru (reureuseupan in sundanese btw) dalam petualangan’ dan terutama ‘pengalaman dan hikmah apa yang para pelancong dapatkan’. 

Atas ki-ka : Yongkru, Fikri, Ucup, Aul, Arif, Dem, Adang, Fahmy.
Bawah ki-ka : Aris, Boy, Bebek.



Dari variable diatas akan didapat kualitas kegiatan di tempat wisata, dan memang sangat panjang untuk dijabarkan hehehee…. Maka mending dijurnalkan secara special saja seperti saat ini. 11 Mahasiswa yang membayar penat tersebut adalah : Boy, Fahmy, Aul, Aris, Fikri, Ucup, Adang, Dem, Bebek, Arif dan saya sendiri. Namun saya ambil 9,09% sample yang mewakili jurnal liburan ini.

Foto-foto yang ditampilkan di blog ini telah lulus uji sensor berdasarkan kesepakatan para pihak terkait. Untuk zooming foto, silahkan membukanya di tab baru.


Part 1 - Kuda Besi part 1.

Alkisah Ibu saya sempat mendumel dan mendenguskan nafas panjang tatkala saya pamit pergi rekreasi ke Pangandaran menggunakan ‘Motor Dosen’ (julukan motor saya oleh Saudara Fahmy dan Bebek btw. Hayo ngaku siahhh? ‘Aslining ceesku’ (tagwords baru oleh Saudara Aul dan Boy btw)). Okeh kembali fokus. Hari jumat tanggal 13 januari, Boy mengajak ke bengkel untuk check-up motor.

Motor saya dilahirkan tahun 2002 di Jepang, walau motor tersebut belum pernah lagi pulang ke kampung halamannya, dia selalu sabar dan bahagia berada di Indonesia. Motor merah tersebut sempat mengalami regenerasi bentuk sesuai tangan pemiliknya, awalnya dipakai oleh Kakak-kakak saya bernama Teh Ira dan Bang Heru, kemudian tahun 2010 jatuh ke tangan saya hingga kini.

Saya pikir ketika hari jumat tersebut Boy hanya menyarankan untuk mengsetting carburator agar lebih enak dipakai selama perjalanan, rupanya kaki shockbreaker depan mengalami cedera cukup menyebalkan sehingga tangan si pengendara serasa membawa kuda sungguhan berkaki baja. Berkat cedera tersebut kocek yang dirogoh cukup membuat keuangan berkeringat.

Istirahat sejenak di Banjar
3 dari enam Kuda Besi
Rechecking salah satu Motor
Istirahat lagi
Yang membuat Ibu saya mendumel sangat keras yaitu maksud menservis motor tersebut untuk ke pangandaran. Tapi saya bersikeras pergi dengan dana ‘seadanya’, sampai di daerah Kota Tasikmalaya tak ada yang aneh pada performa si ‘Motor Dosen’ kecuali jok motor yang dihiasi kresek hitam, tapi tiba-tiba feeling saya gak enak tentang kesehatan si Motor Dosen ini.

Faktor feeling tak enak didukung oleh kurang sehatnya salah satu motor personil ketika kami menempuh perjalanan, berkali-kali kami harus istirahat untuk mengecek kesehatan para kuda besi dan benar saja! ketika kami sampai di banjarsari lampu motor saya ngadat, hipotesa teknisnya oleh saudara Aris ; Kabel socket terminal lampu nyaris putus. Mari kita berhenti sejenak tentang Kuda Besi dan langsung menuju tempat tujuan.

Part 3 - Man of The Match dan Hipotesa Lagu Evening Avoid (Original Javanese version).

Setahun tiga belas hari dua puluh jam diri ini tak menatap laut, hawa hangat angin pantai menuju laut menyambut kami di gerbang utama Pangandaran, saudara Valditya alias Adang mewakili kami untuk bernegosiasi agar mendapat angka tiket yang adil, dan deal lima ribu rupiah dirasa cukup untuk 11 mahasiswa lajang.

Malam itu mungkin saya tak bisa merasakan seluruh aura kumpulan orang yang sama-sama berlibur seperti kami, tapi aura antusias untuk membayar penat sangat terasa tatkala pemandangan ceria orang lalu lalang di pantai pangandaran. Belum lagi sense fun yang diciptakan masing-masing rombongan mungkin tidak saya dengar jelas tapi bagi kami suasana fun di dalam atau di luar kampus berbeda jauh. Kalau perbincangan kampus ada sedikit jaringan dengan mata kuliah atau UAS yang belum selesai sedangkan kalau diluar persentasenya sangatlah kecil untuk membicarakan kuliah. Kami menyewa 2 kamar bersebelahan di satu penginapan.

Sesudah berjalan-jalan menyusuri pantai sambil menyiapkan logistik pertandingan ‘Swing Bottle cause Mellow Faint’ baru kami tersadar ketika kembali ke tempat menginap, bahkan hal ini baru tersadar oleh saudara Adang dan Dem ketika tau bahwa pemilik penginapan merupakan Bapak Haji yang semarga dengan saudara Ahmad Dzikri Fauzi alias Boy bin Asep Billy Douglas Mahdar (Boy mengaku keturunan Koboi Texas btw) . Ahhhh....... kami menyesalkan Boy yang tidak bernegosisasi harga dengan Bapak Haji Asep Dopla, siapa tahu dengan marga Ayahnya tersebut kami bisa menekan biaya pengeluaran. “Yang terhormat Bapak Haji Asep Dopla, mohon tunggu kedatangan kami yang selanjutnya, saudara Boy akan mengeluarkan skill bicara bak petasan china di malam imlek”. 
@Pak Haji Asep Dopla place, run a Swing Bottle of Mellow Faint match.


Karpet digelar di teras kamar, kami memulai pertandingan ‘Swing Bottle cause Mellow Faint’. Satu persatu tak menginginkan kebolehan menuju goal, beberapa menit berlalu tiga personil menyerah dan semoga saja saya tidak keseringan mendapat giliran dan ternyata permintaan saya tidak dikabulkan. Bisa dibilang di malam tersebut saya menjadi Man of The Match, hal ini sangat jelas tatkala saya harus berkali-kali membuang ludah dikamar mandi dengan diikuti kejaran paparazzi yang menginginkan foto saya melakukan jackpot. Bagusnya Jackpot tak terlaksana.

Ludah berat yang dirasakan menjadi pertanda bahwa enzim leukosit di tubuh melakukan pertahanan terhadap efek karbon dioksida. Agar asam lambung di tubuh tidak berkontraksi dengan efek tersebut, tubuh harus melakukan kinetika sederhana untuk menyerap cairan dioksida. Maka mau tak mau dan kebetulan saya ingin merokok, saya harus jalan-jalan sendirian ketika seluruh personil beranjak tidur.

Di kamar gelap nomor 2 tempat kami menginap, 5 personil lain (ki-ka ; Fahmy, Fikri, Aris, Boy dan Aul) memanggil tidur, saya membasahi rambut dan wajah menahan udara panas laut dan dalam keadaan 70% stabil saya keluar dari penginapan. Angin terasa sepoi-sepoi hangat di pantai, rokok mild dibakar untuk menstabilkan trombosit yang mengalir terlalu tegang di otak.

Aw…. Dua gadis berselendang warna saya lupa lagi btw, tempat menginap saya lupa lagi, namanya juga saya lupa lagi dan kertas berisi nomor handphonenya hilang entah kemana (rasanya cukup wajar apabila saya lupa saat itu), yang masih saya ingat adalah mereka kuliah di UK Maranatha (semoga kita berjumpa lagi hei gadis!).

Kamar nomor 2.
Kamar nomor 3.
Sesudah setengah jam saya berjalan-jalan agar menetralkan asam lambung, saya kembali ke penginapan, untung saja Aul yang belum tertidur membukakan pintu untuk turis berwajah jepang setengah gila yang tengah dimabuk asmara karena nekat berkenalan dengan dua gadis asing. Saya mengambil posisi diantara Fikri dan Aris, sepertinya benar kata iklan salah satu perusahaan rokok di jawa tengah yang membuat tagwords; ‘sempit karena badan, muat karena teman’. Tubuh ini bisa merebah nyaman di kasur dengan posisi horizontal seperti ikan pindang.

Seperti biasa salah satu anak Adam yang mungkin belum menemukan batas antara candaan dan keseriusan melakukan hal enteng yang disebut dengan ‘bercanda’, apabila anda sering melihat film yang kisahnya berisikan akibat hukum karma bermain-main dengan kenyataan, di kamar penginapan kami mungkin terjadi kisah yang serupa namun tak sama, sederhana dan tidak berakibat besar. Alhamdullilah sampai saat ini kami semua hidup tenang.

Anak Adam jail berambut sikat gigi tersebut menyalakan satu bait lagu Evening Avoid melalui handphonenya dengan maksud norak ‘bercanda’, dia pikir mungkin mitos kidung tersebut tidaklah benar adanya, sekalipun jahil saya keterlaluan tapi saya tidak mau bermain-main dengan mitos tersebut.

Setelah 5 menit satu bait lagu tersebut dinyalakan, saya mendengar satu suara misterius… ah! Mungkin hanya sugesti akibat pengaruh kadar karbon yang belum hilang, tapi tiba-tiba satu suara lagi bertanya dengan intonasi antusias. 

“yong maneh ngadenge teu!?” tanya Aul yang masih terjaga.
“heu’euh!” kata saya lirih dan cuek, tapi tiba-tiba saya membuka mata penuh karena terkejut Aul juga mendengar suara tersebut.
“anteupkeun we lah! sugesti maneh eta mah ul!” kata Fahmy yang belum tidur juga.
“urang ge ngadenge mi!” kata saya kembali.
"barudak di sabeulah eta mah!” kata Aris yang juga mendengar suara misterius tersebut.
"huaaaaaaahhhhhh……..!!!!” teriak boy dengan suara petasan diantara Aul dan Aris. Tapi suara misterius itu tetap terdengar lirih.
“cik ningal di luar” kata Fikri, dan ternyata kami ber-enam belum tertidur karena mendengar suara misterius tersebut.
“huaaaaaaahhhhhh……..!!!!” teriak Boy kembali ketika dia mengintip Jendela. Tapi sayang suara misterius itu masih ada dan bukan perbuatan orang iseng di jendela, ada kecurigaan teman-teman penghuni sebelah memasang lagu tersebut dengan posisi speaker dihadapkan ke tembok.

Saya pun bangkit dan mengkonfirmasi ke kamar sebelah dengan perasaan agak kesal.

"cik atuh euy! Tong jarail!” kata saya yang membuka pintu.
"jahil naon ari maneh!?” kata Bebek diikuti Dem lalu Ucup yang belum tertidur.
“oh…. sorry atuh bro!” Kata saya heran dan meminta maaf karena mengira mereka jahil.
“aya naon ai maneh?” tanya Bebek kembali.
“denge we ka sabelah!” kata saya seraya pergi kembali ke kamar.

Dan kami pun melanjutkan kembali tidur sambil menghiraukan suara apapun yang muncul, dan lagi-lagi suara misterius itu muncul kembali. Terpaksa kami dengarkan dengan seksama, ada beberapa hipotesa saya mengenai suara tersebut ;

1.Suara adegan artis menangis dari film sinetron, tapi tidak mungkin tayang karena hari sudah jam 1 malam dan semua kamar di lantai 2 ini tidak ada yang menyalakan tivi.
2.Suara gadis yang bertengkar dengan pacarnya di kamar bawah, tidak mungkin juga karena kamar dilantai 1 kosong.
3.Suara ringtone hape, ada kemungkinan! lalu saya mencoba menelepon satu-persatu handphone yang dipunyai 6 orang di kamar ini. Hasilnya ;
1.Aul                ; nomor tidak aktif.
2.Aris               ; nomor tidak aktif.
3.Fahmy          ; nomor tidak aktif.
4.Fikri              ; aktif, tapi ringtonenya bukan suara isak tangis.
5.Boy               ; aktif, bahkan memperlihatkan hp yang berdering di tangannya.

Tapi tetap saja suara tersebut ada, sekali-kali suara tersebut berhenti dan ada lagi, setelah 10 menit berlalu tiba-tiba satu suara lain terdengar dari balik pintu.
‘tok tok tok….’ Pintu yang diketuk sopan tersebut saya buka perlahan, ternyata saudara Ucup dari kamar sebelah masih penasaran dengan maksud kedatangan saya sepuluh menit lalu.

“aya naon sih?” tanya Ucup lirih.
“dengekeun geura!” ucap Boy, lalu saya masih mendengar jelas suara misterius berbisik tersebut. Namun hanya berdurasi 10 detik ketika Ucup berada di kamar kami.
“naon sih? Euweuh ah!” kata Ucup dan seraya pergi ke kamar sebelah.

Setelah ucup pergi kami masih mendengar suara tersebut dan saya punya satu spekulasi lagi bahwa suara tersebut merupakan rekaman dari speaker entah dimana, hal ini dibuktikan oleh pola lagu yang terdiri dari 4 bar dan ketukannya yang kadang sama berulang-ulang. Tapi saya hanya bisa berdoa, apabila suara itu memang ‘Tetangga dari Dunia Lain’, semoga diberikan ketenangan oleh Sang Maha Kuasa dan mempersilahkan kami menginap semalam itu.

Akhirnya atas usul Aul, TV dinyalakan untuk mencoba tertidur sayangnya sinyal siaran tidak ada yang bersih. So! Saya memutar lagu di hp, tapi tetap saja suara tersebut ada lagi. Sampai akhirnya saya memutar 3 lagu mellow pengantar tidur dan Alhamdullilah kami bisa tidur nyenyak sampai esok hari.

Keesokan harinya hanya 2 orang dari kamar sebelah yang mengaku sebentar mendengar adanya suara misterius pada jam 1 malam, tapi anehnya saudara Bebek yang terjaga sampai jam empat pagi tidak mendengar suara misterius apapun.

Cari batasan antara bercanda dan serius. Don’t so serious but make high quality joke to warm it because Life without Joke like Night without light.


Part 3 - Kuda Besi part 2, Flashback SMA & Me as Man of The Match like Dono.

Hari-hari di pangandaran dibatasi kegiatan yang harus dilakukan beberapa personil dalam rutinitas penting pada awal pekan depan, ada yang harus UAS lagi, ada yang harus mengumpulkan tugas dll. Kegiatan pagi esok hari diantaranya bermain di pantai lalu menikmati wahana pantai seperti naik banana boat dll.

Dalam perjalanan ke bandung, tak sedikit juga problematika yang harus dihadapi untuk menunjang perjalanan pulang. Dahulu kala sewaktu muda, dunia harus dihiasi oleh sentuhan dunia gangster dan attribute gangster, paling tidak punya kenalan gangster mungkin sesuatu yang bergengsi oleh beberapa anak SMA yang ingin eksis. Saya akui itu karena saya dulu pernah muda dan sampai sekarang belum pantas disebut Tua.

Attribute gangster yang dulu membuat saya iri mungkin motor keren dengan suara knalpot garang. Ciri motor gangster yang paling mencolok adalah tidak adanya lampu belakang dan ya! Entah kenapa lampu belakang motor saya lepas tanpa permisi terlebih dahulu, bahkan lepasnya lampu motor dosen bukan disadari oleh pemiliknya.

Perjalanan Pulang, di Banjar
Istirahat di Rumah Sanak Adang
Yah! Berkat lepasnya lampu tersebut, Motor Dosen naik pangkatnya menjadi Motor Gengster (entah siapa yang memberi gelar), sampai sekarang saya tidak menyempatkan diri untuk mengganti lampu motor,
Istirahat di Malangbong
Lupa lagi entah dimana^^
agar motor saya tau rasanya disebut Motor gangster. Alhamdullilah Senin jam 2 dini hari, enam personil (Boy, Aul, Aris, Fikri, Fahmy dan saya) tiba di Kota Bandung dengan selamat wal’afiat, kami berkendara menyusuri Nagreg-Ujung Berung-Soekarno Hatta dengan kecepatan tinggi dan nyaris seperti gangster SMA. 

Ketika kami menyusuri Metro-Soekarno Hatta, kecepatan motor saya sudah berada di ambang kecepatan yaitu sekitar 110 km/jam, saudara Fahmy yang semotor dengan saya sudah mewanti-wanti agar tetap konsentrasi berhubung keadaan fisik yang menuntut istirahat.

Sehebat-hebatnya tupai melompat pasti jatuh juga dan sejago-jagonya Valentino Rossi berpacu di landasan balap pasti mengalami jatuh juga, lampu saya yang layak disebut lampu lilin membuat motor saya yang sedang melaju kencang menginjak lubang aspal dan tiba-tiba terbanglah satu benda misterius di atas kepala saya.

Setelah benda itu jatuh dengan frekuensi treable fiber barulah saya tersadar helm saya jatuh dibawa angin, belum cukup saat itu kabel gas saya terlilit dengan sendirinya hingga motor saya menarik gas secara otomatis. Karena kejadian itu saya dan fahmy menepi untuk memanggil bantuan kepada rombongan di depan.

10 menit berlalu Boy, Aul, Aris dan Fikri datang untuk memperbaiki motor saya, Boy dan Aul berspekulasi kejadian ini mengingatkan kami kepada Almarhum Pelawak Legendaris yang membintangi film ‘Chief’, di film tersebut terdapat scene Dono berkendara dengan kecepatan tinggi kemudian Helmnya terbang dibawa angin lalu hinggap di kepala pengendara dibelakangnya.

Akhirnya saya pulang seperti Gengster, suara knalpot garang, kecepatan tinggi, tanpa helm dan sampai rumah saya sakit rahang gigi karena menahan dingin. Malam itu terngiang nasihat Ayah yang berbunyi ‘punya barang itu dirawat! Jangan tunggu rusak doang’. Oh Dad…. I feels like teens again. Fungsi Touring selain silaturahmi yang semakin erat antara personil, juga mengikat bathin antara pengendara dengan kuda besinya. maka Kendaraan anda adalah Bagian tubuh anda.

.Regard Yongkru
Kamis, 12 Januari 2012
12 Januari 2012

Bukanlah angka beruntung di hari ini untuk satu sejawat saya yang sedang ‘kecelakaan’. Mungkin sudah banyak kita simak di film, novel, komik, radio, theater, musik, gossip sekitar atau dari balada kera yang dikenal dengan nama sinetron tentang kecelakaan performa dua insan yang dimabuk asmara. Tapi sekarang tragedi ini terjadi tepat di depan mata saya (bukan berarti saya yang mengalami kecelakaan tersebut).

Adalah Astrid, sejawat seangkatan saya yang sedang menjalani proses skripsi (kampusnya tak akan saya ceritakan), hari ini kami bertemu untuk kesekian kalinya sekalian melaporkan kabar tubuhnya yang sedang bernyawa 2, dengan pembawaan santai kami bersua di wajahnya yang berparas ayu lemu terlihat pancaran duka.

Mungkin sebagai lelaki kita tabu untuk mengeluarkan air mata, tapi seperti kata Chandil ex. Vocalist Serieus, ‘Rocker juga Manusia’ maka lebih baik langsung berfokus untuk merubah diri menjadi ‘Bodor Mode’. Beruntung ‘bodor mode’ membuat Astrid pantas disebut wanita seksi berkat karakter tegarnya.

Astrid mungkin tidak seberuntung seperti perempuan lain yang sedang menikmati sabtu malam dengan kekasih hati, bermain sepuasnya dengan teman-teman dan mengembangkan bakat. Tapi saat ini aktivitas normal Astrid sedikit terhalangi karena dia tengah membawa 2 nyawa tanpa diketahui kekasihnya dan keluarganya.

Owhhh….!! Cerita garing bukan? Mungkin bagi anda!! Sayangnya saat ini saya sedang bukan menulis novel, saya sedang menuliskan KISAH NYATA.

Adalah Irfan, saya sedang tak membicarakan pemain sepakbola btw dan Irfan ini tidak ada korelasi dengan ketampanan seorang indo apalagi korelasi mempunyai Istri seksi semacam Jennifer Bachdim.

Kita (termasuk saya yang kaum adam) memang ditakdirkan mempunyai naluri binatang yang tak tau malu, mempunyai stamina fisik 9x lebih kuat, bila ditambah lagi variable bebas seperti sarana pribadi yang mendukung dan kemampuan skill bejad, maka jadilah seperti ini persamaannya :
XXX = X3 + Y1 + Y2
X3        = naluri binatang di kalikan ke-bejad-an
Y1           = sarana pribadi
Y2        = lengahnya lawan jenis

Maka jelegerrrrrrr….. anda bisa membayangkannya! Tapi satu hal yang membuat saya pantas menyebut si Irfan ini seorang ‘Bajingan Kelamin’ adalah Ketidak Professional-an menghindari kecelakaan maut yang menyebabkan Astrid menutup mulutnya pada Irfan dan kekasihnya (dan kekasihnya itu bukanlah Irfan).

Diantara para pembaca sekalian mungkin ada yang termasuk golongan ‘lelaki sangat religius’ seperti Syahrul Gunawan, Tomi Kurniawan, Maher Zain dll, diantara anda juga mungkin ada juga yang tak rela disebut menganut budaya ‘Good Freedom’ seperti Ozzy Osborne atau Matthew Tuck. Tapi teori 2 tipikal lelaki di dunia ini mungkin kita akui keberadaanya sebagai budaya umum yang tak dapat dielakkan :
Hanya ada dua tipikal lelaki di dunia ini :
1.Lelaki Bajingan (normal dan poligamers).
2.Lelaki Homo.

Sumbe teori ini tak jelas. rata-rata teori ini diucapkan oleh sebagian besar lelaki (terutama yang intensitas skill pacarannya tinggi), naahhhh… Dasar Irfan tak ber-skill….!! Entah mungkin dia termasuk doktor tipikal pertama lalu keadaan Astrid yang terpaksa di kosannya, dengan nekat Irfan melakukan ‘Entry Wealth Eagerly Anachronism’ (silahkan anda pecahkan kode yang saya buat sendiri ini) hingga Astrid sekarang memakai topeng sandiwara di kehidupannya.

Kini saya harus menyimpan rahasia ini sampai di saat yang tepat kapan harus saya biarkan Astrid memberikan pelajaran pada Irfan, tak cukup apabila Irfan harus ‘mati’, siksaan bathin rasa bersalah pantas Irfan dapatkan seumur hidup.

Perlu diingat bahwa di catatan ini saya tidak memihak pada Astrid atau Irfan karena saya tidak mau terlibat dari keputusan yang mungkin mengubah masa depan mereka (Astrid dan Irfan). Dan saya masih mencari pola rumus lanjutan tentang kecelakaan ini, semoga anda bisa menghindari kecelakaan ini (bagi yang belum) dan semoga anda menemukan solusi, tanggung jawab dan keberanian menghadapi realita (bagi yang mengalami).

Catatan ini masih berlanjut sampai Astrid memberikan kisah yang selanjutnya dan btw saya menuliskan kisah ini langsung di hadapan Astrid. Semoga hari-hari Astrid beruntung dan semoga Astrid-Astrid yang lain mendapatkan jalan terbaik untuk meneruskan masa depan.

Seperti kata seluruh kalangan bahwa profesi paling mulia seorang wanita adalah menjadi ‘Manusia setengah malaikat’ yang dikenal dengan sebutan ‘Ibunda’. Bila seorang Ibunda mampu melangkah di jalan setapak antara kehidupan dan kematian untuk melahirkan sebuah nyawa, maka tak ada kata ‘memalukan’ bagi Astrid untuk meneruskan hidup si nyawa baru.
Minggu, 08 Januari 2012
8 Januari 2012

Btw sebelumnya terima kasih untuk Mas Eka beserta followers setia (Putra, Bemby, Citra dan Uci) atas bantuan mendapatkan bahan catatan hari ini. Selamat menjalankan amanat ‘I’m the next Leader’ dan Semoga sukses. Skali yongkru…!? eh! Tak lupa untuk Alumni Senbud angkatan saya yang dituduh ganteng bernama Mr.Ablenk ada disini. Hehe…

Bosan rasanya langsung menceritakan satu jam pertama di hari ini, yap! Lagi-lagi alasan standar yaitu belum tidur alias ‘Jurus mata Vampire anti kantuk’ membuat jari-jari bingung untuk memulai catatan hari ini. Cukup masuk akal untuk disadari bahwa nama ajian tersebut hanya perpaduan unsur fantasi dan ke-alay-an saya.

Eksistensi vampire masih luntang-lantung kocar-kacir, entah ini real adanya atau tidak? Kenyataan tentang vampire antara lain; gemparnya kisah asmara antara Edward Cullen dan Isabella Swan, lalu lifestyle vampire yang ditiru manusia normal seperti bermake-up super menor, munculnya gingsul, berambut rapi panjang kebelakang, berlipstick merah darah dan berkostum untuk merayakan Halloween. Hampir semua gaya hidup vampire ditiru kecuali kemampuan terbang dan menghisap darah (terkecuali lagi apabila anda sebangsa kanibal).

Andaiiiiiiii saja saya bisa hidup di negara ketika Indonesia sudah beranjak malam. Tapi negara mana ya? Kita berharap bahwa negara itu diantaranya Inggris, Swedia, South Korea, Chekoslavia, France atau Spanyol.

Setelah dilihat di globe, ternyata Amerika Serikat berada pas dibelakang Negara Indonesia, ups maksud saya dibalik bumi Indonesia. Memang!! Amerika Serikat adalah markas organisasi Freemasonry, Skull & Bones, Order of Nine Angels dll. Itulah resiko terbesar pertama untuk hidup disana.

Kita bisa saja hidup damai alami, jalan paling praktis adalah menetap di hutan rimba atau gunung lebat. Tapi pasti anda juga menolak bukan? kalau harus hidup selamanya di hutan lalu berganti nama menjadi Tarzan!?.

Life must go on, and let it flow like sea wave’.

Kita kembali lagi ke tidur, biarkan mimpi tinggal di luar negeri mendorong diri agar terus berkarya dan menaikan KARAKTER. Amin!. Kita mengenal tidur merupakan suatu kebutuhan fisik, guna utama antara lain ; darah dari jantung ke seluruh tubuh menjadi lancar, hidung tidak harus menghirup Karbon Dioksida, sejenak otak tidak menghadapi problematika hidup dan siapa tau dapat inspirasi baru dari mimpi indah.

Tidur dilakukan bukan hanya karena rutinitas fisik, bisa juga karena tubuh kekurangan trombosit, disuntik bius, dihantam oleh benda tumpul dan berat, teler karena marijuana, teler karena whisky, teler karena chipas angin, bête, habis menangis termahek-mahek (biasanya terjadi pada galawers mania) dll.

Tapi Sekarang saya baru tau 2 unsur utama pengendali tidur, yaitu KEINGINAN DIRI DAN ALAM BAWAH SADAR.
Sulit memang bila ditanya tentang keinginan diri karena keinginan manusia umumnya sangat kompleks dan poliavidity1. Baiknya mari kita berkomitmen untuk menjalani proses menuju keinginan.
1 poliavidity : bermacam-macam keinginan besar

Nah! Alam Bawah sadar ini belum saya pelajari lebih dalam (saya hanya tau garis besarnya), melihat Alam Bawah sadar bagaikan menyelam ke dasar Samudra Atlantik, bahkan penyelaman ini belumlah 100% selesai karena saya baru menemukan pangkal benang kusut penyebab SALAHNYA POLA TIDUR.

Rupanya alam bawah sadar adalah naluri yang menghubungkan kita dengan keinginan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang dalam hidup. Alam Bawah Sadar ini juga yang mendasari ‘Jurus mata vampire anti kantuk’ Hehehehe….. baiklah saya serius! Sejujurnya hal utama yang menjadikan alam bawah sadar terprogram untuk sulit tidur adalah :
1.TIDAK JELASNYA KEGIATAN KETIKA BANGUN TIDUR.
2.MASIH BANYAK HAL YANG BISA DILAKUKAN SEBELUM TIDUR.

Dua statement ini dibuat tanpa niat dan tersimpan dalam memori Alam bawah sadar, tapi saya yakin ada pola/rumus bagaimana terbentuknya dua statement ini. Sayangnya rumus ini masih saya analisa. Semoga saya menemukan rumusnya…. AMIN YA RABB.

Solusi sementara adalah membuat agenda harian lalu berkomitmen untuk menjalani agenda tersebut dan merubah dua statement, jelasnya ;
1.BUAT KEGIATAN UNTUK ESOK PAGI.
2.JALANKANMANAJEMEN PRIORITAS KEGIATAN.
3.LAKUKAN/PRAKTEKAN DUA HAL DIATAS MENJADI KENYATAAN, TEKAN DIRI/ALAM BAWAH SADAR AGAR MELAKSANAKANNYA.

Okeyyy selanjutnya masih berhubungan dengan tidur, sewaktu SMP kelas 1 tahun 2001 saya pernah bertanya pada Bu Ati (guru SMP pelajaran Biologi).

“Bu, apakah sewaktu tidur jantung juga istirahat?”
“oh enggak, kalau jantung istirahat itu berarti seluruh sistem organ tubuh tidak berfungsi untuk selamanya, dalam kata lain adalah ‘Mati’.”
“Astaghfirullah….. jadi gitu Bu?”
“makanya jaga kesehatan jantung, ama empat sehat lima sempurna ya yong!”
“oke bu!”

Kesehatan jantung di minggu siang ini menjadi pertanyaan setelah seorang mahasiswi kedokteran memilih hiburan yang berhubungan dengan darah! Hiiiiii…… saya berharap tidak semua mahasiswi kedokteran mempunyai gaya hiburan yang sama. AMIN…. Btw untuk Bu Ati, maaf Bu, nasihat Ibu 10 tahun lalu saya langgar secara alami.

Apa boleh buat Mahasiswi agak sarap tersebut membuat saya terpaksa menonton film Thailand bertajuk ‘Phobia 2’. Isinya syarat dengan seni make-up dan darah..

Walau film horror bukanlah genre favorit saya (saya tidak mau merasakan efek dari jantung saya). Bila anda menonton film ini saya sarankan ‘mengumpatlah selama mengumpat itu dilarang’. Anehnya kita tiba-tiba berkomitmen untuk duduk terdiam memandang film yang tidak ada satupun kemunculan wajah Asmirandah, Raisa, Giselle Idol, Nadia Saphira, Olivia Jensen, Hayden Panettiere atau Scarlett Johnson ini.

Film berdurasi 1jam ini memang pantas untuk menjadi bahan untuk seru-seruan dan saya mendapatkan pola/rumus untuk membuat rasa penasaran. Diantaranya objek horror dimulai dengan suara-suara simfoni yang komposisinya terdiri dari symphony synthesizer, ledakan bass, strings organ, dibarengi akting para aktor, persamaan pola yang saya dapat dari film ini adalah :

Theaterical Poster Phobia2
Subjek Horror = music symphony pshychedelic+3 + bahasa tubuh sang aktor (wajah bingung + panic + penasaran dengan sumber objek) x suasana gelap dan suram x 100% renggang waktu bertemu objek horror selanjutnya.

Ketika semua dipadukan teknik angle kamera yang apik jadilah…. bang!!! Jantung anda serasa ikut dengan rasa sang aktor, apalagi dinikmati memakai home-theater.

Pola di setiap film yang saya lihat bervariatif untuk menciptakan rasa penasaran akan apa yang terjadi pada scene berikutnya, hal non-mainstream dari film Thailand ini adalah jarang memberikan kesan happy ending, dari film phobia 2 tersebut hanya film ke-2 yang akhirannya bingung (ketika pasien rumah sakitnya sembuh tiba-tiba diberi hormat layaknya manusia ½ dewa).

Yang paling membuat bulu kuduk merinding, air mata berurai, jantung berdetak kencang, menyebalkan hati adalah nasib gadis backpacker yang dimangsa manusia putaw di cerita ke-3. Silahkan simak sendiri Phobia 2! sangat cocok dijadikan alternative berkencan dan disarankan agar menonton beramai-ramai agar kuantitas membagi ketegangan menjadi sama rata. Haha….
Kamis, 05 Januari 2012
5 Januari 2012

Uhmmm….. pagi ini mata terbangun dengan sedikit kepuasan sebab hari ini saya bangun sesuai rencana semula yakni tidur selama 6 jam di kamar adik kecil saya. Ayah dan Ibu belum pulang dari Padang, sebenarnya saya lebih suka mereka ada dirumah agar saya bisa pulang jam berapa saja.

Hari ini lagi-lagi UAS (Ujian Agak Serius) mata kuliah yang keseriusannya diragukan, walau sebenarnya saya suka dengan ‘pelajaran pasti’ tapi untuk mata kuliah ini agak kontradiksi dengan kesukaan saya. Apa yang harus saya pelajari dari kesalahan saya ini? saya agak bingung! Apakah saya memang pemalas? atau sulit mencerna kata-kata dosen?. Tentunya yang berpendapat demikian bukan hanya saya seorang, 90% dari 40 sample mempunyai argumentasi yang sama.


Dari 36 mahasiswa ini sepertinya hanya saya dan satu rekan bernama Inez yang pernah berdialog mengulas misteri tentang mata kuliah ini. Ya! Bagi anda yang sekampus dengan saya pasti menebak ‘Matematika Bisnis dan Manajemen’, ‘Matematika‘ adalah momok yang membuat anak sma berniat untuk bolos.

Perlahan kini saya menemukan sedikit arti dari matematika (walau masih sedikit ragu, karena faktor komplikatifnya masih saya pelajari). Solusinya adalah sering mencari buku di perpustakaan untuk menemukan langkah memecahkan soal Matematika, kalau misalnya bisa dan benar, rasa senang timbul bukan main bak kita menemukan harta karun firaun.

Seharusnya mencontek adalah bersifat permisif dalam ujian Matematika, hal ini bisa dibuktikan apabila anda sudah menjadi Akuntan atau Insinyur, mari kita simak contohnya : (persamaan tokoh atau tempat merupakan ketidak sengajaan, sifat cerita : ‘fiksi/fakta/heureuy’)



Kita lihat di Fakultas Manajemen dan Fakultas Ekonomi.
1st story, tokoh : Pak Fahmy sbg Manajer Keuangan, Bu Evi sbg Akuntan.

Bu Evi Ak. : Pak, Berhubung Direktur Operasional berniat membuka cabang di Texas, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat pabrik…??
Pak Fahmy,SE: saya malas membuka buku demi menganalisa, pakai saja semua anggaran bulan ini termasuk anggaran gaji karyawan!


Nah! Mari kita lihat di Fakultas Teknik (diadaptasi dari novel jomblo).

2nd story : Pak Rafi sbg Insinyur Sipil, Pak Dani sbg Insinyur Metalurgi.

Pak Ir.Dani : baja seperti apa yang anda butuhkan untuk membuat struktur jembatan ini?
Pak Ir.Rafi : ah! Dari kuliah saya tidak boleh melihat buku untuk memecahkan kasus! Pesan saja satu pabrik!


Tapi keadaan ini berbanding terbalik di Fakultas Kedokteran dan DON’T TRY THIS AT OPERATION :

3rd story : Bu Silvia sbg Dokter Kapten bedah, Bu Sonia sbg Dokter staff bedah.


Dokter Sonia : Bu, pasien ini jantungnya sudah berhenti! Berapa kali resusitasi jantung yang harus kita lakukan? (keadaan sedang di ruang UGD)
Dokter Silvia : anda tunggu disini, Saya mau melihat buku. (Bu Silvia berlalu untuk melihat buku).


Saya acungkan jempol untuk para Mahasiswa Fakultas Kedokteran yang mempunyai daya ingat tinggi, karena skill tersebut sangat dibutuhkan tatkala nyawa pasien berada di tangan anda. Maka sangat disarankan untuk para pelupa agar menikah dengan gadis lulusan Fakultas Kedokteran, tapi jangan sekali-kali membuat mereka sakit hati karena mereka sangat korektif*. 
*berdasarkan sikap adik saya yang merupakan Mahasiswi Fak.Kedokteran’2010. "makanya! bawa Donat itu sisain buat Uda!"
Entah alasan apalagi yang harus saya kemukakan, saya tidak mau disangka ngeless dan saya harus mencari solusi di pembelajaran ini, diantaranya mungkin membuat jurnal harian manual tentang ringkasan matematika.

Perbedaan mencolok antara Mahasiswa dengan Siswa Pelajar adalah metode belajar yang mandiri dilakukan oleh Mahasiswa, untuk yang satu ini saya seribu kali melakukan pembelajaran mandiri tapi mentok dengan alasan teknis.Tak ada asap, maka tak ada api, bukan maksud untuk berbanding dosen, bukan pula bermaksud melecehkan dosen.

Dosen berkualitas tingi seharusnya mempunyai style untuk membangkitkan minat perhatian mahasiswa dan jangan sama-sama ngeless sambil beralasan kalau mahasiswa itu semuanya pemalas.

Faktanya ada yang pemalas berkualitas, deskripsinya ; pemalas tapi berkomitmen dan solutif untuk membayar tertundanya pekerjaan.

Ada juga pemalas sejati, deskripsinya ; benar-benar pemalas untuk menunda suatu pekerjaan dan berprinsip ‘seberat-beratnya pekerjaan akan terasa ringan apabila tidak dikerjakan’.

Dosen ini bisa saya katakan jenius karena jarang melihat silabus atau modul untuk menerangkan materi yang disampaikan, entah saking jeniusnya atau daya tangkap saya yang tak sesuai, dosen ini hanya menerangkan mendapat 2 adalah 1+1. Beliau jarang menjelaskan teknik mekanisme cara mendapatkan 2. Sehingga tak jarang Dosen ini mendapat keluhan dari mahasiswanya.

Okey! Semoga dosen tersebut melakukan improvement style mengajar. Kita kembali lagi kepada bedah hari ini. Seringkali lelaki (termasuk saya) membuat teori tak jelas dalam mencari korelasi antara matematika dan wanita, tentu saja. Tapi saya pribadi mempunyai korelasi antara kelas Matematika Bisnis dan Wanita. Ya! Sebagian orang terdekat saya tahu bahwa korelasi ini pernah membuat pikiran saya macet.

Adalah Fera (Demi kepentingan publik saya samarkan namanya) mahasiswi angkatan 2011 yang pernah saya lirik (kisah saya dan dia pernah diulas di ‘Jurnal pribadi menuju 80 hari : needy menjadi biang kemacetan**’, konon kata gossip dia sudah memiliki Lelaki yang juga Mahasiswa angkatan 2011 (sekelas dengan saya dan fera).

Adalah Satria (saya samarkan namanya) Secara batin saya menganggap adik untuk pria bertubuh hemat ini, pertama kali kenal saja dia langsung mengeluarkan aura persahabatan kepada saya, contoh pengalaman kami :


Satria : kang! Kamana wae? Sini kang duduk sebelah saya! (sambil merangkul)
Saya : oh oke! (saat itu saya baru tiba di depan kelas, padahal kami belum pernah berjabat tangan).
Satria : kang, nanti ikut futsal yah!
Saya : waduh akang gak bawa sepatu euy! Ntar ikut nonton aja hehehe....
Satria : biarin kang! Saya juga pake sepatu ini! (kata dia sambil menunjuk sepatu ketsnya).
Saya : hmmmm….. okey, liat nanti!


Nah!!!! Seperti bukan gossip lagi kalau Fera dan Satria adalah pacar, saya ikut senang karena saya rasa kedekatan mereka sudah tak pantas lagi disebut teman, bahkan saya salut pada Satria karena tidak harus mengalami kejombloan 2,5 tahun seperti saya hahahahaha…..


Anehhhhnnnyaaa dan sayangnyaaaa….. perlakuan Fera dan Satria sudah sangat berbeda! Fera bisa saya maklumi karena dia wanita, sedangkan Satria harus digembleng agar menjadi Lelaki Jantan.

Btw saya pernah titip salam untuk Fera melalui perantara Satria (pada saat itu mereka belum jadian) lalu tak lupa agar Satria memperhatikan respon fera. Satria melaporkan tugasnya pada saya dan laporannya sebagai berikut :


Satria : “Feranya cuma diem kang!” kata Satria. Memang saat itu, saya sudah menyampaikan isi hati saya.

Saya : “It’s okey! Thanks satch!” kata saya.


Dan sekarang mereka jadian! Kini apabila saya dan satria berpapasan, yang saya lihat di Mata Satria adalah perasaan malu, segan, takut dan tak enak seakan-akan saya adalah Harimau Buas yang sedang mencari mangsa. Contoh :

Satria : Eh kang! aku mau kesana dulu… (kata satria sambil sungkem dan langsung berlalu).
Saya : oh iya! Mau kemana atuh kok buru-buru….??
Satria : kesana kang….! (menunjuk arah langit sambil berlalu dengan senyuman tak karuan).
Saya : anak ini kok jadi aneh ya?? (garuk-garuk kepala).


Saya sama sekali tidak kesal dengan keputusan Satria, saya harap semoga dia membaca catatan ini, dia harus tahu bahwa saya masih menganggapnya adik tapi pacarnya mungkin terlanjur menganggap saya Harimau (itu tugas kamu Satch!).
Haduhhhh…. Kehilangan teman lebih menyedihkan daripada kehilangan pacar.

Saya pun pergi dari kelas dengan perasaan lega dan sedikit sedih karena akan berpisah dengan ‘kelas A mata kuliah Matematika Bisnis dan Manajemen’, anak-anaknya menyenangkan dan gaya bercandanya berkualitas.

Hari ini saya mau mengucapkan banyak terima kasih kepada saudari Mutiq Yb (Mahasiswi Fak.DKV’2010) dan sejawat saya Ade Setia Permana alias Udenk (Pentolan Fak.DKV) karena sudah mentato diri saya, menurut testimoni publik, tato yang dibuat Saudari Mutiq banyak mendapat pujian, maka saya buat persamaan :

Kerenya Tatoo = Kreatifitas sepenuhnya + Kerennya si Model : Keikhlasan hati x 100%


Foto 1-2 : tatakala saya sedang digambar oleh Mutiq.

Dan mohon maaf untuk Udenk karena karya anda tidak dianggap ‘keren’ oleh publik. “matakna tong ngagambar nu araneh, make jeung cyborg deui!”. Mutiq menambah daftar sebagai Seniman asal Ranah Minang (padahal jarang sekali gadis minang menjadi seniman).
Rabu, 04 Januari 2012
4 Januari 2012  

Harus saya mulai dari mana ya menulis jurnal harian sekarang…? menulis jurnal gaya ngaco adalah kegiatan rutin pengantar tidur, bukan hanya menghibur namun untuk instrospeksi dan analisis hikmah agar daya berpikir otak bisa istirahat malam.

Akan menjadi doa bagi anda, bila menyempatkan waktu sekitar 5 menit untuk membaca catatan ini. Semoga pembaca semua tertular fun ‘kesenangan dari gemar calistung (nasihat guru SD)’. Mari kita gunakan 10 detik pertama untuk mengheningkan cipta kepada Guru SD yang masih mengabdikan diri tanpa tanda jasa, atau yang sudah pensiun atau yang sudah duluan menghadap Sang Pencipta.

Malam tadi lagi-lagi jurus mata vampire saya gunakan, ini sebenarnya bukan tuntutan. Ilmu vampire tersebut sudah bermetamorfosis menjadi jurus ‘Beruang Tidur’ karena selasa kemarin bisa dibilang merupakan hari memuaskan kemalasan sebab saya tertidur dari jam 9 pagi hingga jam 6 sore. (>o<)_\m/.

Tentunya waktu begadang saya gunakan se-efisien mungkin untuk menghafal bahan UAS, berkali-kali lembaran buku dibuka, sesekali saya membuat soal sendiri, baru sekarang saya tersesal karena catatan saya tak selengkap absen di kelas yang terkadang manipulatif.

Keesokan harinya sebelum UAS dimulai, ada kabar burung bahwa terdapat satu mahasiswi angkatan 2009 yang sudah 2,5 tahun ini, belum pernah saya saksikan langsung kebolehannya memakai kemeja ketat putih layaknya Pramugari. Tubuhnya sangat molek, wajah tak jauh berbeda dengan Asia Carrera hahaha… walaupun saya tak menemui batang hidungnya tapi naluri maskulin memanggil untuk mencarinya di lain waktu.

UAS berjalan normal dan menggunakan daya nalar sederhana, sebenarnya soal yang dikerjakan hanya butuh ketelitian dan analisa umum (dalam kata lain tidak perlu hafalan rumit). Apalagi UAS diawasi oleh salah satu dosen favorit saya.

Owh…. Untuk menghindari nyamannya rasa kantuk, saya mencari kesibukan ketika UAS selesai yakni memesan plat nomor motor yang sempat dicopet di parkiran kampus. Saya sungguh tak mengerti apa gunanya plat motor bagi pencopet? Ekstraksi* plat motor tersebut paling-paling juga hanya berguna untuk membuat sendok atau tutup penanak nasi (Buku Pengantar Metalurgi karangan ‘saya lupa lagi’).
*sari besi yang berbentuk cairan logam panas.

Seringkali polisi-polisi pengrazia seperti di antapani dan ujung pengkolan jalan Surya Sumantri menegur agar memasang plat motor lalu dengan santai saya berdusta “hilang tadi sebelum saya pergi pak” dan tiba-tiba saya badmood ketika terpikir polisi, sekalipun saya memikirkan Briptu Eka Frestya yang masih menolak cinta saya.

Oh Bu Polisi…. Tunggu saya berprofesi menjadi Power Ranger Merah, dengan mudah akan ku taklukan hatimu semudah saya menaklukan semua montster.

Rupanya feeling itu menjadi kenyataan, diperapatan cipaganti dibawah jembatan flyover digelar sebuah operasi berpersonilkan selusin pria berkostum ala power ranger hijau. Hihihi…. Jangan kirim saya ke penjara ya pak! Apanan gue mah heureuy….

Entah polisi ini bisa merasakan mulut saya yang hendak berdusta, atau yahhh..... salah satu polisi ‘tak bername-tag’ ini masih membudidayakan ‘Buday damai di tempat’. SIM dan STNK saya langsung dibawa menuju titik nongkrongnya tanpa ditatap terlebih dahulu.

Polisi : ada waktu untuk sidang?
Saya  : ….. aa… (kata saya sambil calangap)
Polisi : atau mau DAMAI DISINI….??
Saya  : ada kok! (tanpa tersenyum)
Polisi : sidang aja?
Saya  : yoi bro!

Ironisnya Polisi tersebut tidak bertanya dulu tentang kesalahan saya atau kalau dia cukup pintar, dia bisa bertanya tentang kabar plat nomor saya.

Hahaha…. ternyata masih ada pengendara motor yang berbudaya ‘Damai di tempat’ (50rb loh). Selain itu ada Ibu gendut mencak-mencak kenalan dengan salah satu polisi ‘tak bername-tag’, kalau tak salah ingat nama polisi itu….

Huahahahahaha…. Namanya mengingatkan saya kepada kawan smp yang luar biasa porenges. Siapapun nama polisi tersebut ‘Semoga ayah anda menyesal karena merestui anda masuk Akpol, lainna abus Widyatama pak! Awewena gareulis siah!!’. Kalau saja Ayah saya sudah tak tangguh lagi menjadi Pengusaha Retail, saya rela mengorbankan cita-cita indah saya yakni menikahi Gisel Idol (uppss sorry…. Saya tengah menatap Gisel idol sedang menjadi sinden dibalut pakaian anggun).

Kita kembali bersama polisi, ibu-ibu mencak itu lantas berkata :

Ibu mencak : siapa nama anda?
Polisi : Mardian!! (dengan sewot).
Ibu mencak : mana itu anda!? apa itu namanya? (sambil menunjuk daerah sekitar dada, bermaksud bertanya kabar name-tagnya).
Polisi : apa? Semuanya juga pake kok! (tambah sewot).
Ibu mencak : ….. (ibu-ibu itu berlalu menuju mobilnya).

Polisi : euuuhhhh!!! geus ditulungan oge*….!! (makin sewot ditambah gerakan menggebrak jok motor dan intonasi sunda kasar).
*euuuhhhh udah ditolongin juga (sundanese). 

 
Ingin rasanya polisi tersebut saya habisi, bukan bermaksud sok jagoan tapi idealisme ‘Penegak Keadilan’ sudah dia coreng dengan bangga. Gegabah mungkin apabila saya langsung menghajarnya sedangkan dua rekannya ikut menatap saya. Ada beberapa forecast (saya jelaskan secara matematis) :

1.Jika saya hajar dia, temannya yang bertubuh tambun ikut membantu dengan dalih ‘saya dicurigai sebagai anggota geng motor’. (maklum wajah saya nyaris mirip Herjunot Ali).

2.Jika saya debat, dia akan ngeless ‘dalam undang-undang sudah seperti itu cuy!’

3.Jika saya foto wajahnya, dia akan minta saya mentag-kan fotonya. Busetttt…. !! Ngeksis juga Pak?? Jangan-jangan nama fb dia ‘m4rdiaN tHeSucKerboyz RocK’NRoll b3ib3h’, saya rasa anda cukup pintar bila tidak mensearch namanya.

4.Lebih baik saya diam dan segera men-save namanya dalam memory otak.


Ah…. Nanti saja saya hubungi Komnas HAPJL (Komisi Nasional Hak Asasi Pemakai Jalan Raya) atau tulisan ini anda simak dengan mood enjoy. Saya pun berlalu dengan agenda tambahan, di tanggal 23 Januari saya harus mengambil SIM sambil menjenguk sepupu di Jalan Jakarta (nama sepupu saya Nazril Irham btw.). dan saya rasa anda sadar bahwa saya saudara semoyang dengan Nazril.

Akhirnya saya berhasil memesan plat motor baru seharga 50rb (gebleg! mahal amat!) di Samsat Bandung Barat Jalan pajajaran dekat rumah sejawat saya bernama Roy Mulyawan (Ketua Divisi Happy Massa 2009, sayang saya tak sempat mampir).

Setelah dari samsat saya berpikiran untuk menambah referensi tentang unsur humor pada setiap tulisan. Hmmmm….. berhubung saya yang norak ini baru saja membaca novel Jomblo karya Adithya Mulya (sorry om! ane lupa ejaan namanya). Saya penasaran membaca karya barunya yang bertajuk ‘Catatan Mahasiswa ganteng Gila’.

Niat untuk membeli Novel ini sebenarnya saya dapat secara tiba-tiba dan kebetulan 3 hari ini saya jarang belanja, maka semua Toko Buku terdekat saya datangi diantaranya : 2 Toko di buah-batu, 2 toko di supratman, 1 toko di tegalega, 1 toko di Merdeka dan akhirnya ada di suci (arah navigasinya nyaris mirip dengan Bab ‘The Quest for Nyla Bernadette’ di buku tersebut). 


Tanpa bermaksud menyombong atau promosi tapi ‘Demi nasib yang sama-sama nama penulis konyol’, lebih bijak kalau anda simak sendiri, cukup puasa merokok 3 hari untuk tertawa sendirian sambil dicurigai sebagai orang tak waras (38ribu). Dengan senang hati akan saya antar anda membeli novelnya (asal atas-bawah saya keluar asap hahaa….).

Tapi kalau boleh bedah sedikit, niat membeli novel ini didasari keinginan saya untuk mencontoh pola hidup, pola tindakan dan pola sikap sang pengarang. Ternyata setelah dibaca dengan seksama, alumni Kampus di jalan Ganesa tersebut adalah manusia biasa, sama seperti saya dan anda, bukan manusia super seperti Albert Einstein. Visualisasi ceria dalam novel ini tidak kalah seru dengan karya beliau yang sebelumnya.

So! Sepertinya saya akan melanjutkan membaca ‘Catatan Mahasiswa ganteng Gila’ untuk mengantar jam tidur. Btw thanks to Rownie, semoga proses skripsinya menyenangkan & next time mari kita hang-out bersama (Rownie is female btw).

Akhir kata mari kita junjung Keadilan dan Enjoy demi kuatnya Budaya Produktif Indonesia. FU*K CORRUPTED COPS dan HIDUP BUDAYA PRODUKTIF.

.Regards Yongki Yessa a.k.a. Yongkru
Senin, 02 Januari 2012
2 Januari 2012 - pukul 14.50

Catatan saya kali ini bukan gundah gulana seorang jose (jomblo senang) yang bosan melajang, bukan juga analisa ilmiah tentang gossip kiamat 2012, catatan harian ini adalah laporan seorang anak Adam yang menikmati hari-harinya dengan Keceriaan nan Dinamis (walau seringkali konyol),  Improvement Creativity dan Syarat akan Produktifitas agar terciptanya budaya pribadi yang produktif (petuah Pak Arry Hutomo dan Ibu Sri Astuti Pratminingsih).

Perlu anda ingat bahwa catatan ini bermaksud menghibur dengan komposisi 70% dari kegiatan nyata, 30% mengandalkan insting humoris saya. Maka sebelumnya mohon maaf apabila ada kata-kata menyinggung, kasar, kurang sopan atau over eksplisit seperti pengakuan bahwa saya adalah Mahasiswa Manajemen yang paling ganteng se-kamar kosant.

Dini hari tadi saya mengeluarkan skill terpendam berjudul ‘mata vampire anti kantuk’ untuk mereview mata kuliah Manajemen Operasional yang di UASkan hari ini, berhubung saya berniat mengambil konsentrasi ini saya harus berusaha secara maksimal, optimal dan radikal. Hasil awal pagi pukul setengah delapan, saya sudah menebarkan senyum dari pelataran parkir Universitas Widyatama dengan kalimat ‘Bismillah.... I could do best!’.

Sesampainya di ruangan gedung A nomor 401 Universitas Widyatama, berjejer rapi kursi kuliah bertuliskan ‘STIEB chitose’ (ternyata ada tulisan lain diantaranya ‘ipk aing 2,4’, ‘iraha aing wisuda?’ malah ada yang lebih radikal seperti ‘F**k’).

Kursi tersebut berjumlah sekitar 150 buah (estimasi 1 kelompok diisi oleh 30 peserta UAS), walaupun kualitas dan kuantitas para mahasiswi di ruangan ini pantas untuk mengikuti ajang Anak Gadis Sejagad. Namun anda tidak akan suka melihat air muka mereka di ruangan ini, rata-rata wajah setiap peserta memancarkan aura tak enak seperti akan dipenggal Guillotine*.

*Guillotine: alat penggal yang digunakan di Eropa pada abad pertengahan.

Saya yakin bahwa Allah SWT Maha Adil dalam memberikan intelegensia berbeda pada setiap insan bernyawa di dunia ini. Tapi Demi Nabi Nuh As. Arsitek Kapal Laut terhebat yang saya Idolakan, mengapa pertanyaan seputar Manajemen Mutu ini membuat saya hampir muntah? Pertanyaan tersebut berbunyi ;

Soal Teori. 6.e.Hal-hal apa yang menyebabkan sebuah proses berada di luar kendali? Berikan penjelasan!
Jawaban saya : Faktor alam seperti kebakaran, banjir bahkan kiamat.

Yayayaya… saya tahu anda tega meledek penulis yang terkenal dipanggil ‘Yongkru’ ini, saya berharap dengan jawaban seperti itu, para penulis soal ujian menemukan solusi untuk mahasiswa yang daya nalarnya kurang seperti saya. Kejadian ini menyebabkan 3 pengawas menujukan mata pada saya yang sedang setengah tertawa dan setengah tercekik demi menjaga heningnya suasana UAS.

Saya pun keluar ruangan sambil menemani Dosen jelita bernama Ibu Nia Kaniawati,S.E. menuju area parkir kampus. Sesudah keluar dari area Kampus, saya menuju kosant sejawat saya yang mengaku tampan bernama ‘Muhammad Reza’ untuk bertransaksi bisnis Film Blu-Ray.

Nah! disinilah seorang mahluk berbadan gempal gentong, kulit gelap, tipikal wajah tempur, bersuara baritone fals F#m7 bernama keren ‘Pitoy’, berhasil menggerakan jari saya untuk menulis cerpenco* ini. Mahluk ini sangat cocok untuk menguji kadar kesabaran dalam diri anda, karena berdasarkan survey mutu ISU, hasil ujinya 99% nyaris akurat. Setiap respon mahluk ini terhadap subjek jenaka akan membuat seorang Ustad bersiap mengeluarkan ‘Jurus Ruqiyah Pengendali Seribu Iprit’. Namun tunggu saja korelasi catatan saudara pitoy ini.

*cerpenco : kependekan dari CERita PENdek ngaCO

Biarpun saya mengeluarkan skill vampire tadi malam lalu melecehkan pertanyaan ilmiah yang menekan daya nalar saya, akhirnya siang ini saya bisa merebahkan tubuh di kamar kosant Reza.

Menurut testimoni publik, hal paling menyebalkan di dunia ini adalah mimpi buruk, sebaliknya hal paling indah namun semu adalah mimpi indah. Maka mari kita review lagi mimpi saya siang ini. Siap!? Tarik nafas, duduk rileks, jangan lupa siapkan kopi anda, hindari makanan berlemak, ambilah cemilan rendah kalori dan nikmati segarnya cerpenco ini.

***


Malam minggu dingin di jalan ganesha, sang romeo penyabar sedang menanti kedatangan sang juliet dari rapat di dalam kampus. Jam telah menunjukkan pukul enam lewat tiga puluh, di belakangnya berkumandang suara adzan dari mesjid salman, tidak terlalu diacuhkannya ia malah menyalakan rokok.

Adalah hal wajar apabila seorang romeo ini menyalakan rokok di keadaan malam pasca hujan sepuluh menit lalu, tidak lain untuk mengusir rasa dingin sambil menanti kedatangan juliet yang bernama 'Keke Kireina'. Bukan! Ternyata sama sekali bukan dingin fisik, melainkan dingin hati yang dirasakannya, disebabkan masa jomblo menahun yang dideritanya.

Rokok ini sekaligus untuk mengusir sedikit rasa pesimis di malam ini sebab si Romeo yang akrab disapa 'Yongkru ' sempat membayangkan kejadian sekitar 10 menit lagi ketika Keke berkata 'sorry ya ...'. Perlahan angin dingin mengiringi tetes demi tetes hujan gerimis, membuat hatinya semakin gelisah.

Rokok yang dinyalakannya mulai padam oleh tetesan gerimis, matanya memandang rokok yang padam oleh hujan ini seakan cinta yang akan dia nyatakan malam ini sama seperti nasib rokok yang padam oleh dinginnya hati Keke. Dan lamunannya dibuyarkan oleh langkah kaki dari siluet wanita di kejauhan.

Bayang horror akan penolakan semakin kuat dengan derap langkah suara wanita tersebut, Yongkru tak berani memandang pemilik langkah kaki itu, maka matanya masih menjurus ke aspal. Tiba-tiba suara halus dari filter kerongkongan kecil keluar di hadapannya berbicara "maaf mas! nasi goreng yang tadi belum dibayar!"

"Nanti mbak, kalau temen saya itu sukses diterima dia yang bayar mbak" jawab suara jail dibelakang yongkru, Ya seorang temannya sedari tadi duduk di dibelakangnya dengan sepiring nasi goreng yang telah masuk ke dalam tenggorokan senyum-senyum tak karuan.

"buset! bikin kaget aja tuh mbak-mbak! approach sana gih sama elu!" ucap Yongkru kepada rekan setianya bernama ‘Rizki Harris'. Harris tertawa melihat wajah gelisah Yongkru yang akan menyatakan cinta. "haduh! ketawa lagi lu!? doa'in kek!".

Dan perkataan yongkru terhenti, saat sang Julietnya tiba-tiba muncul di depannya, menatapnya dalam-dalam sambil berkata "kenapa yong?" ucap Keke "apa yang musti di doa’in?" tanya Keke kembali. "euuuurrr..... ini euu" ucap yongkru dengan nada terbata-bata dan wajah panik seperti vino bastian yang sedang diincar satpol pp, memang sih wajah yongkru tak jauh berbeda ketika vino bastian diintip memakai sedotan minuman agar-agar.

Alis Keke terangkat naik sebelah, menanti jawaban dari yongkru yang panik gelagapan bagai ikan dikeluarkan dari kolam. Keke yang masih memegang payung malah tertawa "hahaha..." Yongkru menatap heran gadis keturunan bali tersebut "kamu tuh lucu ya kalau lagi bingung!" kata Keke sambil menutup tawa dengan tangan langsingnya.

"Bilang aku ganteng kok susah banget ke?" balas yongkru dengan pede selangit sambil berusaha menyalakan rokok yang sempat padam oleh gerimis dan tiba-tiba suara sambaran terdengar disekitar mereka 'geplakkkk...' tak ada hujan, tak gerimis dan tak ada gemuruh petir tapi suara tersebut datang dari pipi kurus yongkru yang baru saja menerima tamparan dari Keke.

"awww...!!" kata yongkru sambil memegang pipinya, "jangan ngerokok!" bentak Keke dengan wajah cemberut melihat yongkru yang hendak merokok, "kenapa sih? si haris aja ngerokok!" timpal yongkru sambil menunjuk rekan di belakangnya.

"ya udah jangan ditiru!" bentak Keke dengan nada yang lebih keras, "emang kamu siapa ke? pacar bukan!?" kata yongkru, uppsss... nampaknya keangkuhan yongkru sudah melampaui batas, dia tak sadar bahwa Keke adalah gadis pujaannya. "ehemmm....!!" suara sentakan kerongkongan haris melerai pertengkaran mereka.

"Biar jelas gimana kalau lu bilang sejujurnya yong!? bilang aja kalau lu pengen Keke jadi pacar lu!?" timpal haris dari belakang, kontan perkataan haris tersebut membuat yongkru dan Keke saling melotot lalu beradu pandang, namun pandangan mereka berbeda.

Keke menatap yongkru dengan sinis dan heran sedangkan yongkru menatap Keke dengan mata menantang tanpa berharap. akhirnya Keke menundukan kepalanya, menurunkan payungnya, tak satupun kata terucap dari bibirnya hingga angin pemanggil hujan mulai terdengar kembali.

Sedangkan yongkru turun dari motor, menatap Keke yang sedang menunduk memegang kedua tangannya, kini jarak mereka berdiri hanya sejengkal tangan, yongkru senyum-senyum badut tak karuan menatap Keke, sedangkan Keke senyum-senyum genit marilyn monroe menatap yongkru.

Keke masih tersenyum manja, seperti kucing yang kepalanya dielus oleh majikannya, pasukan malaikat perang dalam diri yongkru sedang meneriakan semangat kemenangan melawan rasa pengecut dalam ego yongkru, gambaran dalam diri yongkru terlihat bahwa Keke sedang dipenjara dalam penjara emas bertahtakan berlian dan dikelilingi oleh segala kemewahan.

Sang Raja Kepengecutan yang menguasai diri Yongkru berbicara pada Keke yang saat itu sedang disandera dalam ruangan berisikan tumpukan pasir emas, Raja itu berkata "disinilah selamanya wahai Keke Kireina, bersama kemewahan niscaya aku akan memberikan apapun yang kau mau mulai dari ;
1.Telephone genggam Blackberry dengan pulsa tak terbatas.
2.Kendaraan Mewah yang bahannya terbuat dari es krim coklat.
3.Vila yang letaknya di bukit kota paris.
4.Sepatu berlian yang melayang di atas permukaan bumi.
5.Tas pinggang yang terbuat dari sari batu rubi.
6.Usia panjang dengan wajah yang takkan mengalami penuaan.
7.Para pelayan dari kaum peri.
8.Serta sayap bidadari yang dikirim langsung dari langit ke tujuh"

Keke mendengar dengan seksama semua perkataan Raja Kepengecutan, raja ini wajahnya nyaris mirip dengan Lee Min Hoo (sorry kalau tokohnya kagak update. hehehe! .Penulis).

"Bukankah itu semua yang kau inginkan?" ucap raja itu lagi sembari tersenyum dengan senyuman maut yang wanita manapun melihatnya akan terkapar-kapar jatuh cinta "lalu diriku yang maha sempurna ini, aku dilahirkan dari balik sutra dan satu-satunya pewaris perusahaan minyak dunia milik ayahandaku, pekerjaanku saat ini hanya mandi di jacuzzi lalu menerima laporan penjualan berkala dari perusahaanku...".

"sudah cukupkah kau berbicara pak?" sela Keke sambil menutup matanya dalam-dalam dan mendumel, "kau cantik sekali apabila sedang marah! sayang sekali apabila kecantikanmu tak kumiliki" timpal raja tersebut, "ngomong-ngomong aku masih terlalu muda untuk dipanggil pak!" lanjut raja itu kembali.

Keke mulai berbicara dengan mata berbinar nan menunjukan ketegaran seorang wanita tulus " kau bisa memiliki tubuhku namun hatiku telah dikuasai seorang pemberani dan orang yang pantas kusebut lelaki dalam impianku, sekalipun aku mahluk lemah yang hanya bisa menunggu, menangis, berdandan, bersikap angkuh karena harga diri, namun untuk Lelaki ini aku akan menyerahkan segalanya termasuk cinta tulusku, dia pria menyenangkan yang membuat aku tak peduli dengan keegoisanku, dia mengerti segala keluh kesahku tanpa ku bicarakan kepadanya, dia memperhatikan segalanya di hidupku termasuk kekuranganku, dia pantas menjadi Ayah bagi putra-putriku kelak dan aku inginkan itu hingga maut memisahkan kami "

"dan siapakah lelaki ini?" tanya raja dengan geram, "kalau boleh kutebak! lelaki itu sedang menjemputnya" teriak satu suara garang dibelakang, pria pemilik suara garang itu datang bersimbah darah perjuangan di baju perangnya, satu pedang di tangan kanannya dan satu pedang lagi di tangan kirinya.

"semua anak buahmu telah habis oleh tangan beraniku, sekarang tunjukan aksimu yang ingin menguasaiku!" ucap pemilik suara tersebut sambil melempar satu pedang ke raja.

Kini dua pria itu telah menggenggam pedangnya masing-masing! di ruangan besar ini segalanya akan dibuktikan. Pria ini memulai serangan lebih dulu kepada Raja pengecut dan mereka bertarung sengit layaknya dua singa perkasa dengan gaya pertarungan berbeda".

"Keke! aku pengen kamu jadi wanita kedua di hidup aku!" tanya Yongkru tanpa membuat sedikitpun senyum dibibirnya, hujan tak mampu lagi menghalau peristiwa berharga ini di hidup yongkru, harris berteriak panik melihat dua sedjoli yang tubuhnya sudah basah kuyup diguyur hujan cinta "yong, ke!!!! disini aja!" teriak harris kepada mereka berdua.

Yongkru dan Keke tidak menggubris teriakan haris, mereka berdua tetap berdiri mematung dengan tangan saling menggenggam, mata Keke semakin dalam memandang mata yongkru. Keke tersenyum dan berkata...

Pria ini masih bertarung dengan sisa tenaga yang ia punya melawan Raja Kepengecutan. Raja ini bertarung dengan gerakan efektif dan tak jarang senyum lalu tawa kepuasan meledak keluar dari mulutnya. Keke hanya bisa menonton dengan tangis bercampur rasa bahagia karena lelaki pujaannya datang dan bertarung untuk kebahagiaannya.

"ahhh....!!!" ujung pedang raja menembus rusuk pria ini dan pria ini mengalami pendarahan hebat, lantai marmer berwarna putih gading milik raja seketika itu dihiasi darah segar, "apa untungnya bagimu memiliki wanita ini? bukankah kau disibukan oleh kegiatanmu? semua kegiatan itu sudah sangat membahagiakan hidupmu bukan? wanita itu mahluk yang hanya bisa didekati oleh uang! mereka akan berbicara apabila kita mengendarai kendaraan roda empat? mereka tak bisa didekati oleh wajah jelek dan tak terawat, mereka akan berbicara kepada lelaki berfisik malaikat ketampanan?"

"kau tau….!? Kau salah!"

Yongkru dan Keke yang saat itu diguyur hujan masih diam seribu bahasa, setelah Yongkru berkata "Keke, aku pengen kamu jadi wanita kedua di hidup aku!" sambil tersenyum Keke....

"huahahaha...."

***


"oh my Goddd!!! ini cuman mimpi ya!?" ucap saya yang saat itu terbangun tidur di kosan

Ternyata tawa pitoy menjadi sumber kehancuran arena tersebut dan tawa petasannya itu membuat durasi tidur saya menjadi sangat pendek, tawanya ini berulang-ulang kali meledak melebihi frekuensi kekesalan apabila dia buang angin di depan Gadis Knalpot.

Perlakuannya telah membuat arwah Alm.Jimi Hendrix harus mengelus dada dikarenakan perangai buruknya telah mencoreng kalemnya Dunia Black Skin dan nampaknya dia harus diberi pelajaran oleh para malaikat maut karena telah mengacaukan anugerah yang diberikan Sang Khalik kepada saya siang ini.

Saya bersyukur dan bangga atas prestasi Universitas saya sebagai salah satu Sekolah Tinggi Bisnis bergengsi, namun ada baiknya apabila universitas saya membuat jurusan baru bertajuk ‘Manajemen Tawa/ Laugh Management’ atau ‘Teknik Mekanisme Tawa/Mechanism Laugh Engineering’. Dan saudara pitoy ini akan mendapat kehormatan menjadi bahan praktikum untuk lulusan jurusan tersebut.

Ya Allah Mohon berkahi hari saya yang sempat diganggu anak bangsa bernama Pitoy ini.

Foto Pelakunya