Twitter Blogger :

Diberdayakan oleh Blogger.

Who's the blogger?

Foto saya
Truth is about discovery and fun adventure.
Selasa, 28 Februari 2012
Sekeren-kerennya gengsi seorang TOEFL breaker, masih keren tutur bahasa Indonesia yang kita cintai. Karena akan saya limpahkan berbagai segi catatan hari ini oleh bahasa yang sangat saya kuasai selama 23 tahun ini. Maksud penggunaan bahasa indonesia di catatan sekarang mungkin akan membagi malu pada anda semua, tapi hakikatnya komposisi malu pada diri saya sudah terpakai untuk mengobati penyakit kegatengan saya.

Siang selasa, mood sedang semangatnya untuk memperhatikan mata kuliah Ek.Mikro bersama para sejawat yang wajahnya masih sama dengan para wajah muda, kalau saya masih ingat nama para sejawat saya antara lain : Adam, Momon, Rizal, Adit, Nui dll (yang gak kesebut mohon maaf... saya lupa).


Sekonsen-kosennya mata saya terjurus kepada Dosen yang bersahaja ini, membuat mood menjadi fluktuatif dan tak terkendali sehingga menyebabkan rasa malas luar biasa bagi sebagian besar mahasiswa di kelas, maka tak jarang pintu menjadi lalu lintas para mahasiswa yang mencuri waktu untuk mabal ke luar kelas.


Kebosanan di kelas sedikit terobati oleh faktor yang tak ada korelasinya dengan mata kuliah, tapi kalau saja ada mata kuliah Manajemen Pemandangan mungkin objek ini akan menjadi bahan kasus (Lihat Figure 1).


Figure 1, Akar perkara faktor X.
Seringkali Hukum di negara kita mengadili seorang pemerkosa dengan pidana dan undang-undang keras tanpa meninjau terlebih dahulu faktor X penyebab pemerkosaan.


Agar lebih jelas beginilah matematis persamaanya :


a = X + Yx . Z


a = Terjadinya tindak bejad.
X = Faktor yang variablenya tetap/tak berubah, dideskripsikan sebagai Wanita berpakaian sensual.
Y = Faktor yang variblenya dapat berubah, dideskripsikan sebagai Nafsu birahi lelaki.
Z = kemampuan skill objek X dan sarana.


Disini saya tidak mencoba untuk merendahkan kaum perempuan, karena saya sadari Wanita yang kecantikan alami adalah harta karun dunia. 


Berkat Wanita anggun, Don Juan berhenti jadi playboy, tapi berkat Wanita sensual, Julius Caesar menjadi Jenderal Perang yang jatuh drastis.


Kembali lagi ke kelas C120, enam mahasiswa di kelas mencurahkan pandangan ke mahasiswi ini, kami serba salah bila harus menyebutkan kata-kata kotor! daripada kami berpikir kotor lebih jeuh, ada baiknya kami mengambil hikmah, bahwa semoga saja mahasiswi ini memaklumi para lelaki biasa.


.regards yongkru

2 komentar:

bimbim mengatakan...

hahaha..
harap memaklumi para lelaki biaya yak :D

bimbim mengatakan...

*biasa