Twitter Blogger :

Diberdayakan oleh Blogger.

Who's the blogger?

Foto saya
Truth is about discovery and fun adventure.
Senin, 20 Februari 2012
Sekitar sebulan lalu, ditulis kisah tentang Astrid yang mungkin hidupnya fluktuatif oleh tingkah tanduk lazim seorang manusia berlibido. Namun edisi yang lalu saya belum membahas secara lengkap tentang Astrid, terutama korelasi kebenaran dari seorang Irfan.

Sekarang-lah saatnya saya narasikan sebuah cerpen tentang seorang Astrid dan Irfan, saya tidak bermaksud untuk menjatuhkan, namun niat jelek Astrid ini sempat membuat saya menghela nafas panjang, komposisi sikap Astrid cocok untuk dijadikan pembelajaran baru mengenai struktur tingkah laku manusia.


Irfan merupakan seorang bujangan bertubuh kerdil yang sedang giatnya menuntut ilmu di fakultas seni pada salah satu perguruan tinggi di bandung. Napak tilas Irfan sebagai sosok bersahaja ,cerdas dan pekerja-keras membuat namanya harum antara fakultas kampus.

Jauhnya Irfan dari tempat tinggalnya (notabene berasal dari daerah Jawa Barat bagian barat tengah), membuat dia harus menyewa satu kamar kost'an, saya juga tak luput dari pergaulan Irfan karena sosoknya yang supel dan bersahaja terjalinlah persahabatan dengan Irfan dari semester 1.

Setelah di semester 5 saya mengenal Astrid, Astrid sering menyempatkan diri untuk singgah di kosant Irfan, Astrid pada saat itu adalah gadis biasa yang mempunyai kekasih di kampus lain dengan kami. Namun karena ada faktor lain Astrid jadi lebih sering berkunjung ke Kosant Irfan.

Benar saja, karena faktor nafsu birahi seorang Irfan + Kehausan birahi Astrid (maaf, konteksnya adalah secara naluriah) + kosongnya kosant Irfan = maka terjadilah akar perkara dari Drama Asrid dan Irfan. (kejadian ini berlangsung sekitar 3 bulan yang lalu, yang dimana saya tidak tahu apapun).

Siang tadi baru saya sidangkan secara silaturahmi, logis, objektif dan sebagai penengah, saya membutakan mata, mentulikan telinga dan menutup hati dari persahabatan Irfan dan media curahan hati Astrid.

Dari wawancara siang ini  saya tuliskan mekanisme kejadian secara objektif dan statistik. Hasil yang didapat :

1.Irfan kurang siaga membaca naluri dan isi hati seorang wanita yang haus 'kasih sayang', sehingga dengan kesiapan dosa Irfan melakukan 'hal tersebut'.

2.Sedangkan Astrid (ini bukan masalah klasik), hanya wanita biasa yang ingin mendapatkan hasrat lebih dan menuntut agar gengsinya dibela, berkali-kali melakukan pembelaan diri umur nyawa yang dikandungnya, tetap saja ada kejanggalan objektif yang membuat kebenaran berada di pihak Irfan.

Kejanggalan penjelasan Astrid nampaknya tak perlu saya ulas (walau sebenarnya inilah yang membuat komposisinya menjadi jelas), tapi saya tetap menjaga aib antara kedua orang ini. Kesimpulan yang  saya dapat adalah bahwa Lelaki dituntut pandai membaca, menganalisa, mengerti dan mengambil keputusan (terserah baik atau buruk) dengan kemauan perempuan.

Hikmah kejadian ini bagi saya adalah lahirnya teknik Seni Membahagiakan Wanita (walau saya masih dalam keadaan melajang). Ahhhh... akhirnya saya bisa tidur nyenyak malam ini, Alhamdullilah.... Semoga pihak yang memegang kebenaran diampuni dosanya dan mendapat hikmah lebih dari kejadian ini.


.Karena sesungguhnya Wanita hanya ingin dimengerti dan dimanja.
.regards Yongkru

0 komentar: