Twitter Blogger :
Blog Archive
-
▼
2013
(8)
-
▼
Juni
(7)
- Realita Liar, Part VI - Krisis Etika Sikap Mahasiswa
- Realita Liar, Part V - Budaya Jaringan dan hakikat...
- Realita Liar, Part IV - Aspirasi kepada Yth Pengajar
- Realita Liar, Part III - Komunitas Hobi
- Realita Liar, Part II - Sumber Daya Asmara
- Realita Liar, Part I - TV Komunitas
- Realita Liar, untuk pengembangan Kampus (Intro)
-
▼
Juni
(7)
Diberdayakan oleh Blogger.
Blog saya yang lain
Who's the blogger?
Minggu, 16 Juni 2013
Saya pernah mengikuti mata kuliah Pajak yang
didosen oleh DR. H. Oyok Abunyamin, S.H., M.Si. pada saat pertemuan pertama,
beliau menyampaikan pentingnya pendidikan bagi kelangsungan daya negeri ini baik
individu/kelompok. Selain Keluarga, Ide dan Kepercayaan, Ilmu adalah harta yang
mahal di dunia ini.
Mari kaji satu hal yang disampaikan
Pak Oyok, Ilmu. Ilmu mungkin bisa didapatkan dimana saja, bahkan otodidak memahami pentingnya Ilmu formal. Disana ada Sistem efisien yang lazim
disebut Pendidikan. Korelasi-nya dengan Negara Bisnis Cikutra
adalah merujuk pada pelaku pertama yang menjadi tombak dalam misi lembaga
pendidikan,
sebagai pembuka jalan menuju kecintaan pada ilmu, yaitu DOSEN.
Saya memahami resiko terburuk (seperti Drop
Out, nilai saya dilucuti, di anak-tiri-kan dll) karena membuat tulisan ini
secara kritis, bahkan cenderung mengungkap sisi arogansi profesi Dosen. Serta
akan sangat wajar apabila ada Dosen yang menggugat saya dan saya siap bertanggung jawab menghadapi anda.
Mari kita kaji beberapa objeknya, adalah salah
satu mata kuliah saya di semester Ganjil tahun 2013 (kebetulan mata kuliah yang
ingin saya spesialisasi-kan), penilaian secara objektif merupakan Dosen senior
yang memiliki reputasi skala internasional bahkan penelitian beliau bukan hal
yang main-main, mungkin masih ada Dosen lainnya yang saya cap menyebalkan dari
sisi gaya komunikasinya, namun beliau yang satu ini kerap menjatuhkan mental
para mahasiswa secara alami dengan beberapa cara, yakni pembawaan masam ketika
selama jam belajar, mengkritik dengan melimpahkan kesalahan adalah milik
mahasiswa dll.
Bolehlah kalau misalnya ada pendapat
mengatakan, Kesalahan dibuat oleh
Mahasiswa dan Kebenaran berasal dari Dosen, apakah ini yang namanya
mendidik? Apa itu pendidikan bagi Dosen? Apakah pendidikan itu membina, mentari
bagi rabunnya karakter seorang Mahasiswa? Apa hakikat pendidikan di negeri ini?
Merangsang orang untuk maju atau menekan mental agar menimbulkan rasa sentimentil
dan rasa acuh pada ilmu yang diberikan?
Apa jadinya bila dua pihak tersebut keluar
dari geografis pendidikan? Yang ada minimal serapah, seletingan, bahkan lebih
buruk lagi? karma kepada
pihak pertama, hal itu yang menjadi kekhawatiran saya sebagai manusia biasa,
tentu saja saya selalu berusaha menghindari amarah serapah yang keluar dari dendam,saya
tak mau sampai Ujung tombak di dunia pendidikan ini merasakan hal yang pahit di
kemudian hari.
Ketika hal ini terjadi di sekolahan, sebagian
besar anak murid yang cuek minimal bisa bolos sekolah dan mengandalkan
kebijakan sekolah agar lulus/naik kelas, atau bagi pelajar yang peduli, bisa
mengadukannya kepada Guru Bimbingan Konseling.
Nah! Di lingkungan perguruan tinggi? Dimana
kita bisa mengadu? Kalaupun ada, dimana informasi kita bisa mengaspirasikannya?
Saya sendiri jujur angkat-tangan bagi contoh objek ini, saya khawatir dengan
hengkangnya beliau dapat mengancam akreditasi kampus. Bila kita balikan lagi
pertanyaannya, sumber daya apa yang menaikan akreditas kampus? Tentu karya
mahasiswanya sendiri. Siapa yang berperan dalam meningkatkan kualitas Sumber
Daya Mahasiswa? Pacar? Teman Nongkrong? Jangan konyol! Jawabannya adalah
Pengajar alias Dosen yang berperan sebagai etalase bagi kecintaan pada keilmuan.
Ada satu hikmah kecil
bagi saya, suatu saat kala saya cukup kenyang menikmati Ilmu, Karir dan
Menafkahi Anak-Istri. Saya akan mengambil karir sampingan menjadi Dosen. Saya ingin
mengajar mata kuliah Metode Kuantitatif, Oh! Bagaimana kalau Metode Penelitian Manajemen
Pemasaran? Filsafat? atau Rekayasa Fisika? Sistem Mekanika? (kalau saya jadi
kuliah lagi di jurusan Teknik, Amin Ya Allah! Aminkan kawan-kawan!!) hehehe....
#serius
Label:
college,
confession,
social dilema,
suspect target,
true story tale
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar