Twitter Blogger :

Diberdayakan oleh Blogger.

Who's the blogger?

Foto saya
Truth is about discovery and fun adventure.
Minggu, 16 Juni 2013
Emansipasi? Slueh....!! Saya sebenarnya malas membicarakan hal ini, budaya kita mengatakan, bahwa suatu hal melecehkan bila para pria membicarakan kapabilitas kaum ini secara terang-terangan.

Tunggu sebentar! Saya menguraikan hal ini berdasarkan perspektif umum alias objektif, tanpa asa nepotism dan tanpa asumsi status single. Untuk para kaum hawa! Baca sampai selesai dan nalar baik-baik. Tutup saja blog ini bila anda langsung berprasangka, tidak ada gunanya bila anda melanjutkan membaca.

Tapi tenang Nyai-nyai! Kajian ini alamiah jadi motto/slogan tambahan selain 'Friendly Campus for Future Business Pro', yakni tempat cuci mata favorit.

Contohnya bila saya melawat ke negeri tetangga, sebut saja Negara Teknik Ganesha, Negara Ciwaruga, Negara Teknik Suci, Negara Bahasa Cihampelas, Negara Jatinangor dll.

Berikut ilustrasi topik ketika saya memperkenalkan diri dengan warga negara tetangga ;

Tetangga ♂   : Maneh saha bro? #jabat_tangan
Saya ♂           : Yongki, geroan weh Yongkrw (baca : yongkru) lurr...
Tetangga ♂   : Kuliah dimana? #alay_sia
Saya ♂           : Widyatama lurr... apal?
Tetangga ♂   : an**r, diditu awewe-na gareulis euy! #kenalkeun_lah #bagi_pin_bbm_na
Saya ♂           : (‘-___-) #hayang _nu_jiga_kumaha? #marukan_aing_germo

Lucunya, pernah saya mengalami hal ini :
Tetangga ♀   : Namanya siapa? #jabat_tangan
Saya ♂           : Yongki, si ganteng entah!
Tetangga ♀   : Kuliah dimana? #beungeut
Saya ♂           : Ih Kepoo deh...!! xD
Tetangga ♀   : (‘-___-) #kepret
Saya ♂           : STIEB, di Cikutra, tau?
Tetangga ♀   : Oh Widyatama, entar aku ekstensi/S2 mau di sana #nyaan
Saya ♂           : (^___^) #alus_teh_lurr


Saya yakin Ilustrasi tersebut bukan hanya saya yang mengalaminya, ilustrasi tersebut didasar objek-objek berupa mamalia omnivora memiliki otak bervolume 1350 ca, akal, budi pekerti dengan penampakan signifikan, diberkahi kulit pipi manis merona, bibir padat dihiasi lipbalm segar, mata indah dengan tatapan menggoda, wajah yang ditutupi bedak, bokong yang ditutupi jeans ketat bahkan maaf sekitar tengah yang dialas pakaian ketat berwarna mencolok. Jangan selalu salahkan pria jika banyak kasus kriminal jurusan pelecehan seksual di negeri ini.

Saat visual tersebut jelas di depan mata, muncul imaji di otak dan menstimulasi hasrat serta tak jarang syahwat yang didukung oleh konsumsi film perangsang nafsu biologis, hal ini pun berdampak pada reproduksi testosteron bagi sebagian besar pria yang menahan untuk tetap bersikap sopan dan kalem dengan cara mengurung diri kamar mandi sekitar beberapa menit bersama objek yang terbuat dari lemak kambing.

Paragraf barusan hanya ilustrasi panjang lebar, yang saya maksudkan menguji daya nalar anda secara positif agar reproduksi testoteron kaum adam tetap terawat dan tidak terbuang sia-sia. Jelasnya ada hal kecil yang membuat mata dan cara pandang terhadap saudari-saudari di Negara Bisnis Cikutra ketika 2 visual objek terakhir mendukung objek pertama. Paling tidak bagi budaya kita yang timur sotaw tanggung, hal tersebut menimbulkan cemoohan munafik.

Itu manusiawi dan tak jarang saya mengalaminya dalam kurun waktu satu jam di tempat #gubrag. Jika dipikir lagi memang hal tersebut adalah hak individu dan tak lazim disalahkan karena sudah menjadi budaya publik di Indonesia.

Mari kita impikan, kalau ada forecast cerah, kala karakter para pelaku tersebut terasah menjadi karakter Wanita Sebenarnya, walau jujur saya tak tahu bagaimana karakter Wanita Sebenarnya, namun dalam perspektif pribadi. Wanita mungkin terlihat menggoda dan Indah namun ada hal luar biasa selain kecantikannya.

Mari kita bayangkan lagi akan ada citra baru bahwa kampus ini adalah ‘Kampus pencetak Wanita luar biasa’. Bagaimana dengan pria? Relatif hemat saya, pria memiliki peran menjaga sistem, otomatis memacu kualitas diri agar lebih dari wanitanya.

Namun bila ada pertanyaan tentang bagaimana aplikasi yang bisa diterapkan ke dalam sistem? Pemerintahan Mahasiswa bisa giat mengadakan seminar tentang kampanye ‘inner talent’ (contoh kasar, bagi wanita). Para pria fokus kepada pengembangan karakter pribadi dan karya kerja (contoh bagi pria). Hindari terlalu banyak berbasa-basi yang membuat wanita tidak nyaman dengan tingkah mupeng. Hal itu juga mempengaruhi paradigma sebagian besar wanita.

Apakah hal yang buruk? Terserah budaya/sistem yang ada dan kuantitas pengaruh pada setiap individu hawa, namun jangan sekali-kali sistem disalah-gunakan karena kodrat kita (pria) adalah membuat wanita menjadi istimewa.

Kembali lagi ke topik, sistem pendidikan disini bisa dibilang fleksibel, bahkan bila pengembangan di bidang lain, terutama di bidang sumber daya individu, sistem yang ada belum terlalu siginifikan bila kita terfokus pada bidang pengembangan karakter Para Hawa. Maka dari itu, hal ini bisa menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintahan Negara Bisnis Cikutra sekaligus mengembangkan sumber daya yg sering ditanyakan warga negara tetangga dan menjadikan brand tambahan bagi Negara Bisnis Cikutra.

0 komentar: