Twitter Blogger :

Diberdayakan oleh Blogger.

Who's the blogger?

Foto saya
Truth is about discovery and fun adventure.
Selasa, 23 Oktober 2012
"Penulisan ini bersifat Jurnal Naratif yang Santai, maka bila anda mencari deskripsi yang formal, mending ke Om Wiki aja! hehehee..."

Ana dan Lisa.... di kampus
Kekasih para mahasiswa/i jomblo kala menghimpun materi
Kendaraan para mahasiswa/i kala menempuh ujian atau kuis
Candu para mahasiswa/i kala memperjuangkan skripsi/tugas akhir
Nikotin para mahasiwa/i kala begadang mengerjakan paper
Senjata para mahasiswa/i kala menyajikan presentasi
Karangan direktorif para mahasiswa/i kala menyimpulkan persoalan

Sepenggal sajak Romantisinting tersebut menjadi jawaban atas kejengahan saya pada beberapa rekan kerja saya yang enggan mengerjakan paper beberapa saat lalu dengan dalih "Analisis itu kayak gimana yong? Analisa itu kayak gimana?" Gubragggg... #nepaktarang, sepele memang.... ternyata terkuak kebenaran bahwa tak semua mahasiswa akrab dengan Ana dan Lisa. So! Postingan kali ini saya persembahkan untuk mahasiswa yang 'aya kahayang'.

Oke! tampaknya saya harus mulai memakai bahasa sederhana.

Ana dan Lisa (Vocab khas saya) yang disingkat menjadi Analisa (Analisis in Process) adalah salah satu fitur penting dalam otak manusia, Analisa ini pula yang menjadi pena saya dalam menulis blog. Analisa ini juga yang bisa dijadikan parameter seorang Mahasiswa terbilang cerdas dalam konteks falsafah.

Tiada bermaksud riya atau sombong karena Daya Analisa saya masih saya kembangkan seiring dengan mood yang rentan malas. Tapi Insya Allah di postingan kali ini akan saya share Pengertian Analisa secara casual dan sederhana.

Jawaban pengertian Analisis dalam kamus besar bahasa indonesia adalah :

"penyelidikan thd suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dsb) untuk mengetahui keadaan yg sebenarnya (sebab-musabab, duduk perkaranya, dsb); (nomina)"
Dalam menganalisa suatu materi/permasalahan/kasus/bahan kajian, terdapat mitos yang mengatakan bahwa Hasil analisa itu bisa didapatkan di Mbah Google (Memang dan 99% mitos ini benar) tapi 1% yang menjadi kunci yakni Analisa Ideal itu berasal dari kajian kita sendiri, karena analisa yang dicari di Google adalah hasil orang lain, maka bila mengambil seluruh analisa dari Mbah Google itu namanya 'nyontek'.


Manusiawi memang.... tapi akan lebih ideal apabila analisa yang didapatkan dari luar, kita modifikasi lagi oleh otak kita sendiri maka bahan kajian yang rampung tersebut menjadi Analisis yang idealis.
Teknis analisa antara lain :

1.Persiapkan kajian materi utama
 Dalam mempersiapkan hasil kajian perlu kita ambil topik utama dari kajian tersebut, misalnya saya akan mengambil contoh : Pengaruh Muka Kegantengan terhadap Semangat kuliah. =)). sudah terlihat bahwa ada dua kajian disini yaitu 'Muka Ganteng dan Semangat kuliah'.

2.Persiapkan faktor yang terdapat didalamnya atau yang mempengaruhinya
Kelebihan, daya guna, daya fungsi, kekurangan, kelebihan, dampak umum pada kajian tersebut  yang mempengaruhi (bisa memecahkan masalah atau menambah masalah) pada suatu hal. So telaah dengan objektif dan real tanpa mengambil kesan.

Misalnya : 
- muka saya yang bisa ganteng merupakan polesan antara bedak marcks dan lotion vaseline
- muka saya yang ganteng dipengaruhi oleh intensitas berkenalan dengan para dayang-dayang atau ayam-ayam di kampus.

3.Blending atau Analisa
Nah ini dia yang saya maksud, dua point diatas yaitu dua point diatas disatukan hingga ditarik kesimpulan hingga menjadi Teori yang bisa dijadikan Ilmu Praktis di realita

4.Jadi deh Analisis Ideal
sekali lagi bahwa Analisa secara objektif adalah hasil pengamatan kita sendiri, komponen utama yang sangat menentukan adalah daya pakai otak dan materi yang sudah kita baca dan kaji, maka dari itu saya mengambil kesimpulan bahwa apa yang sudah kita baca dan pelajari akan menjadi satu kesimpulan baik itu berupa data, wacana ataupun perumusan.


Komponen Analisa :
1.Membaca
2.Mengambil intisari
3.Mengorganisir variabel yang berpengaruh
4.Menghubungkan materi yang kita baca terhadap masalah/kasus yang sedang dihadapi.

So... Perbanyak membaca... dari hal sederhana tersebut maka pekerjaan Analisa bukan lagi persoalan pelik....

Masalah terdekat yang sudah menjadi budaya buruk orang Indonesia adalah :
1.Membaca? lebih baik utak-atik blackberry
2.Membaca? Sok rajin euyy... padahal di luar sana ada undang-undang kalau kita mengganggu orang yang sedang membaca.

.regards Yongkru

0 komentar: