Minggu, 18 Maret 2012
Part 1 - Jas Menyanyi UTS Praktikum Metris dan Intro ke Visit KP/KS 2012.
![]() | |
| Figure 1 : Saya, Kevin dan Baim. |
Sabtu Pagi jam 10.10 saya dibangunkan oleh bisikan 2 adik saya (Kevin Sadyri dan Zidane Ibrahim) yang sedang khidmat menonton film Tarix Jabrix 2. Naluri seorang Abang yang egois membuat otak saya otomatis berteriak mengusir dua bocah keras kepala ini... hahaha... wajarlah, karena seorang Putra sulung memiliki sedikit arogansi usia dan status. Sebagai apology kepada mereka, laptop tidak saya bawa, maka adik saya bebas memperlakukan laptop sekalipun mereka memandang monitor dengan sinis dan penuh kebencian.
Notes di handphone menunjukan adanya kegiatan tour approach hari ini bersama empat sejawat seperjuangan saya di dunia pria petualang. Adalah Ketut, Junior, Ady dan Agus.
Petualangan hari ini dimulai dari kekagetan saya karena adanya UTS praktikum Metode Riset di kampus, haduhhh.... karena saya baru tahu, so! saya jalani 'Ujian Tak Serius' ini dengan JAS MENYANYI (jawab asal menarik dan berbunyi). Ujian dilaksanakan hingga pukul 1 siang lebih.
Kemudian saya tancapkan si jago merah menuju Universitas Kristen Maranatha untuk singgah dan pergi bersama Junior, menuju Pendopo Politeknik Negeri Bandung, kami memilih Polban karena sedang berlangsungnya acara Visit Keuangan Perbankan dan Keuangan Syariah 2012. Schedule utama saya sendiri hari itu adalah :
1.Menonton performance band Oyster (aborted, karena saya telat datang)
2.Silaturahmi dengan teman-teman di Himakaps beserta Alumni (terlaksana, seperti bertemu saudara-saudara lama).
3.Memenuhi janji pada dua sahabat saya (terlaksana, dalam keadaan teler).
4.Berharap diberi tester dimsum oleh Edablues alias Bisma Smash (karepku saja...)
5.Menemani Junior bernostalgia dan bertemu kembaran jauhnya (lihat figure 3 dan pada akhirnya, Junior menjadi bintang instant di himakaps)
5.App, App dan App... mari kita bahas di Part 2.
===================================================================================
Part 2 - Memories of Junior dan Petualangan di POLBAN.
| Figure 2 : Si Jago Merah |
Benar saja! 10 menit pertama kami di pendopo, saya dikenalkan pada mantan pujaan Junior, analisa saya adalah: Tanpa bermaksud menyinggung perasaan junior :
1.Dengan normal/nonhomo saya mengakui bahwa Junior merupakan perpaduan Gantengnya Afgan dan Gagahnya 'Fahmy Eupeung' (lihat figure 3 untuk jelasnya) . So! Gadis tersebut terlihat kontras dengan rapihnya penampilan Junior.
2.Junior berkulit putih, sedikit terlihat metrosexual (sekali lagi ini objektif!), sedangkan gadis ini terlihat sangat sporty, saya rasa belum cakap untuk menjadi bidadari penjaga kebersihan penampilan Junior.
3.Secara usia dan menurut penuturan Junior, gadis ini masih harus menikmati masa remaja (punya banyak fans) menjelang menghadapi masa dewasa. Kontras dengan Junior yang riang dan bersahaja.
Kesimpulan saya adalah masih ada 109.999 materi praktikum yang menunggu untuk Junior coba.
Sedangkan saya sendiri ketika app hanya ada dua kata 'Nekat' dan berhenti menganalisa materi praktikum kemudian berhasil!, walau adanya hipotesa ganjil tentang target saya, seperti tidak lajang dan menjadi target banyak pemburu seperti saya. Tak apalah! yang penting nekat... dan 109.999 materi praktikum masih menanti saya.
Kedatangan Ketut, Ady dan Agus membuat kami ber-5 (saya, Junior, Ketut, Ady dan Agus) melangkah menuju Pujasera Polban dengan maksud kembali ke tujuan awal yaitu 'App'. Kami mengambil satu tempat duduk dan memesan lima gelas kopi. Terbelakaklah wajah Ketut karena menemukan 2 target dari arah kanan belakang meja kami.
Pemilik warna hijau seingat saya bernama 'Witri' dan pemilik warna biru adalah 'Riska'. Mereka merupakan tipikal dari Ketut, maka giliran kedua adalah Ketut, alhasil Ketut tidak cocok memiliki salah satu diantara mereka maka mereka menanggapi dengan dingin kemudian suasana gelak tawa menghujani meja kami dilanjutkan tepuk tangan salut atas nyali Ketut.
Evaluasi kami tentang aksi Ketut antara lain :
1.Jangan bilang permisi, langsung tentukan apa mau kita.
2.Hindari senyum duluan, bisa-bisa disangka ada maunya.
3.Perhatikan bahasa tubuh kita, dianjurkan supaya tidak langsung menyerang
Evaluasi kami tentang aksi Ketut antara lain :
1.Jangan bilang permisi, langsung tentukan apa mau kita.
2.Hindari senyum duluan, bisa-bisa disangka ada maunya.
3.Perhatikan bahasa tubuh kita, dianjurkan supaya tidak langsung menyerang
Ketika kami hendak beranjak pergi, Ketut memberi 2 gadis itu sebuah kalimat jujur dari lubuk hati paling dalam dan sepertinya Ketut pantas dipenjara oleh Briptu Eka Frestya karena mengucap mantra pembunuh kepedean dua gadis tak bersalah ini.
"Eh sorry yang tadi ya! Saya tadi latihan mental doang!" Tanpa bermaksud merendahkan kaum perempuan, mungkin dua gadis tersebut harus menginstall ulang kepedean mereka dan hendaknya memberikan kecocokan fun pada lelaki yang mengajak berkenalan dengan mereka. Merasa tidak cukup ketika hari menunjukan jam 5 sore, kami pindah venue ke Paris Van Java.
===================================================================================
Part 3 - Paris Van Java venue.
Dikarenakan Junior ada keperluan di jam 8, kami ber-empat yang melanjutan petualangan. hasilnya adalah Ady dan Agus berhasil melakukan perkenalan tapi belum sampai tahap meminta nomor handphone.
Saya sempat berhasil ketika di venue Polban karena fokus saya tertuju pada acara visit kp/ks, tapi sekarang di paris van java, entah kenapa saya langsung kaku dan sedikit tegang karena fokus saya berubah.
Ketika disini saya tidak mendapat apapun, walau saya mencoba sekali app namun dalam jangka 2 detik langsung aborted, karena suara saya kurang jelas ketika memanggil target.
Hasil hari ini adalah semuanya mendapat giliran untuk melakukan app, langkah yang naik drastis menuju seorang pw. Ingat! masih ada 109.999 materi praktikum yang harus kita App di petualangan selanjutnya. Kesimpulan Nekat/Berani + Fun = App.
.regards Yongkru
![]() |
| Figure 5 : Break Sejenak di Oh-lala |
Saya sempat berhasil ketika di venue Polban karena fokus saya tertuju pada acara visit kp/ks, tapi sekarang di paris van java, entah kenapa saya langsung kaku dan sedikit tegang karena fokus saya berubah.
Ketika disini saya tidak mendapat apapun, walau saya mencoba sekali app namun dalam jangka 2 detik langsung aborted, karena suara saya kurang jelas ketika memanggil target.
Hasil hari ini adalah semuanya mendapat giliran untuk melakukan app, langkah yang naik drastis menuju seorang pw. Ingat! masih ada 109.999 materi praktikum yang harus kita App di petualangan selanjutnya. Kesimpulan Nekat/Berani + Fun = App.
.regards Yongkru
Label:
travelling,
true story tale




