Twitter Blogger :

Diberdayakan oleh Blogger.

Who's the blogger?

Foto saya
Truth is about discovery and fun adventure.
Jumat, 31 Agustus 2012
Puji Syukur kehadirat Tuhan, bersama dengan Adzan Shubuh yang berkumandang, selalu ada pencerahan ke dalam qolbu dan semangat inspiratif berkat kumandang shalawat toak masjid yang bersuara sampai 110 decible, mungkin teknologi audio efek sudah dikenal atau ‘mungkin saja’ baru dikenal Kelurahan saya, toak masjid ini punya gain dan volume yang pas ditelinga tapi sangat berdistorsi sehingga membuat alis saya naik sebelah, saya yakin sekali Sang Muadzin punya bakat dari sananya, Subhanallah…. Bakat dan Ide selalu datang tiba-tiba.

Oke, sepertinya Rokok dan Teh saya belum habis, tadinya saya sempat bersugesti bahwa Rokok putih yang saya hisap mempunyai kadar nikotin bercampur kanabis sehingga membuat saya sangat enjoy menikmati film The Hangover dan The Hangover part II secara bergiliran. Harus saya akui bila saya sudah mencintai satu produk/item saya akan memakainya berulang-ulang sampai saya menemukan kebosanan di item tersebut.

Kalau saja saya sedang berada di Amerika Serikat, saya akan menyempatkan mengirim kartu lebaran untuk Sutradara Todd Phillips, selain mengucap Taqqballahu Wamina Wamingkum… semoga beliau tetap berkreasi se-kreatif mungkin, saya juga akan mengirimkan permintaan maaf karena saya mendapat file garapan beliau via ‘copas’ alias download dikarenakan tulisan saya belum membuahkan komoditas agar saya bisa membeli DVD yang asli. Se-misal beliau memburu dan menuntut, saya tinggal kembali ke Indonesia dan saya yakin dia sudah mengerti kalau angka pembajakan di Negeri sudah Hangover alias Teler Sekaleee. Hihihihii…

Di Lingkungan saya, saya mengucap terima kasih kepada beberapa Sahabat saya yang akan segera melangsungkan kelulusan Wisudanya bulan depan, untuk Ferry Setiabudhi aka Fei ‘Ridho the Sirkuser Irama’ dan Rumi ‘Blech Petrucci ti tonggong’ Nasution. Dua mahluk penghuni kosant ciwaruga 78A ini rencananya yang akan saya tumbalkan pada Sutradara Todd Philips, karena dua Sarjana Perbankan ini bertanggung jawab atas mengenalkan saya pada Film The Hangover II hehe (ngeless mode on).

Pertamanya saya menonton The Hangover part II, tapi sekarang saya akan meresensikan kedua film ini bersamaan, kronologis secara berurutan dan yang paling penting sudut pandang teknis pola cerita yang membuat film ini mendapat nominasi sebagai Best Comedy.



The Hangover (2009)
 
Film ini saya dapat dengan cara mendownload di studio TV kampus, dimana seluruh penghuni studio pulang bersiap untuk waktu sahur (waktu itu sedang bulan Ramadhan 1433H btw). Di Film ini tidak ada bintang ‘gokil five stars’ sekelas Jim Carey, Chris Tucker, Jackie Chan, Adam Sandler dll. Bahkan saya bilang akting gokil tiga aktor utamanya terbilang tanggung, mereka diantarnya :

Ki-Ka : Phil, Alan, Stu.
Scene akan dijadikan kelinci percobaan oleh Kepolisian
1.    Bradley Cooper (sebagai Phil Wenneck), Guru Sekolah yang sinis pada kehidupannya, sudah beristri dan mempunyai seorang putra.
 
2.    Ed Helms (sebagai Stuart Price), seorang Dokter Gigi yang emosional, mempunyai pacar berperangai egois (Mellisa) yang diperankan Rachael Harris.
 
3.    Zach Galifianakis (sebagai Alan Garner), pria dewasa pengangguran, lemah mental (kalau boleh saya menebak, dia yang karakternya berusia paling tua di antara mereka berempat).
 
Lalu korban yang merupakan sahabat mereka ;
 
4.    Justin Bratha (sebagai Doug Billings), pria pendek yang hendak menikah.
Mereka menamakan Geng mereka dengan sebutan ‘Wolfpack’.
Sisi menarik film ini bukan keliahaian peran yang pada dasarnya non-Komedian karakter, melainkan petualangan yang diwaranai kesialan bertubi-tubi dalam mencari salah satu sahabat yang hilang (dari judul-nya saja sudah mewakili dasar cerita film ini).

Film dimulai dari Tracy Garner (tunangan Doug, adik perempuan Alan, diperankan oleh Sasha Baresse) yang tengah gelisah menunggu tunangannya yang belum juga pulang dari Pesta Bujang di Las Vegas, Tracy mencoba menelepon Phil, Stu dan Doug tapi sama sekali tidak diangkat. Kekhawatiran ini bukan masalah besar bagi Sid (Mertua Doug, Ayah Alan & Tracy, diperankan oleh Jeffrey Tambour), semuanya merasakah kegelisahan berat termasuk pengantar pengantin Tracy kecuali Sid yang bisa saya bilang merupakan Ayah yang sangat pengertian, Akhirnya di tengah kegelisahan ini telepon genggam Tracy berdering dan Phil menelepon.
 
Tracy    : Halo?
Phil    : Ehmm… (mengambil udara) Tracy ini aku Phil
Tracy    : Phil, dimana kalian berada? Aku cemas sekali
Phil    : Ya, Dengar… kami mabuk berat
Tracy     : Apa maksudmu?
Phil    : Pesta bujangannya semalam, semuanya tak terkendali… dan kami kehilangan Doug
Tracy    : Apa?
Phil    : Kami tak bisa menemukan Doug
Tracy    : Apa maksudmu Phil? Kami akan menikah dalam lima jam
Phil    : Benar… itu tak akan terjadi

Rangkaian penyebabnya pun dimulai, dua hari sebelumnya Doug & Alan sedang diukur pakaian untuk kostum Tuksedo, Doug punya Ide untuk merayakan waktu terakhir bujangannya yaitu pergi ke Vegas bersama Wolfpack (Gengnya dengan Phil dan Stu), Alan tadinya keberatan ikut karena dia khawatir atas kecerdasannya, Doug sempat mengurungkan niatnya, tapi Tracy dan Sid mendukung malah sangat mendukung Pesta Bujang Doug.

Akhirnya keberangkatan dimulai menuju Las Vegas oleh Wolfpack, mereka menyewa vila di Hotel Caesar Palace Las Vegas seharga US$ 200. Saat pesta malam dimulai dari sanalah… sebaiknya anda tonton film ini karena saya sulit mengungkapkan apakah kesialan ini karena ulah mereka sendiri atau karena bius yang menyerang mereka sampai mereka sukar mengingat apa yang telah terjadi tadi malam.

Kesialan mereka membawa sejuta warna tawa saat saya menonton film ini, terlebih lagi background masa lalu saya yang Rock n Roll membuat saya bisa merasakan kerasnya perjuangan mereka. Pagi hari Vila mereka sudah seperti bangkai kapal yang pecah diterjang Kraken ganas, Alan menemukan seekor Harimau di dalam kamar mandi, ada Bayi di dalam lemari pakaian, satu Gigi seri Stu hilang dan di tangan Phil ada sebuah gelang penanda Rumah sakit.

Yang paling gawat adalah Doug tidak ada di temapt, dari sinilah petualangan dimulai mengingat keesokan harinya Doug akan menikah. Selayaknya tim Detektif amatir, mereka menelusuri jejak Doug, kesialan mereka seakan terus menerjang, mobil Mercedes kepunyaan Sid hilang, mereka menemukan bayi di lemari pakaian, Stu tiba-tiba mempunyai Istri seorang penari striptis, mereka dijadikan kelinci percobaan karyawisata sekolah oleh kepolisian, Alan harus rela ditinju Mike Tyson, mereka harus berurusan dengan gerombolan Leslie Chow (Gengster Oriental, diperankan Ken Jeong) dan Alan melakukan sesuatu tak terduga yang membuat saya menyebut Alan sebagai tokoh paling jenius di film ini.

 
The Hangover part II 
Pertamanya saya menonton sekuel dua ini terlebih dahulu, sewaktu itu pukul sebelas malam di kosant sahabat saya (Ableh Petrucci ti tonggong btw), saya sedang dilemma antara ingin pulang dan mengantuk lalu sahur di kosant ableh. Terjadi percakapan antara kami…
 
“Anjeer…. hoream kieu balik ka imah” kata sayah.
 
“Kari sare!” ucap Ableh singkat, padat sambil memainkan gitar merah kesayangannya.
 
“Aya pelem deui teu maneh di laptop maneh?” lanjut Ableh, sepertinya otaknya berpijar 
kembali seperti rembulan di malam bete.
“Kunaon kitu?”

“Urang aya pelem The Hangover dua, urang ge karek nonton satengahna, rame ceuanh pelemna!” urai Ableh panjang, tak singkat, tak padat dan tak jelas maka saya bertanya balik.
 
“Mana pelemna?” kata saya, Ableh seketika menuju kamar Kosant Fei dan mengambil film tersebut di komputer Fei.
Atas ki-ka : Alan, Stu
Bawah : Phil
Ternyata benar sabda beliau, dalam durasi 01:41:49 mood saya bangkit kembali berkat film ini, di film ini akting para bintangnya tak kalah seru pada sekuel pertama, hal ini terlihat dari akting para bintang yang lebih bingung karena kesialan mereka lebih keren lagi dan terasa lebih real.

Pagi cerah di salah satu resort Thailand, Lauren Srisay (diperankan Jamie Chung) tengah gelisah menanti tunangannya yang belum kembali (Stuart Price) sewaktu itu Stu telah mengakhiri hubungannya dengan Mellisa, Lauren menelepon berkali-kali ditemani Tracy yang tengah hamil, Ibu Lauren dan Ayah Lauren yang tak suka pada Stu, Ayah Lauren bertipe konservatif dan sangat comparisoner sehubungan putranya Teddy Srisay (adik Lauren, diperankan Mason Lee) tengah kuliah di Kedoteran Bedah Stanford sedangkan Stu hanya Dokter Gigi biasa.

Mungkin ada benarnya karena Stu adalah tokoh emosional, panikan dan sukar berpikir jernih. Tapi perhatian itu langsung buyar pada kenyataan yang mengatakan bahwa Stu, Alan dan Phil harus berpetualang menelusuri jejak Teddy. Pikiran tentang kecilnya sudut pandang seorang Ayah Mertua konservatif berhasil diperankan Nirut Sirinchaya.

Kembali lagi ke Lauren, kedua Orang Tua Lauren dan Tracy. tak lama kemudian telepon genggam Tracy berdering dan anda bisa menebak siapa yang menelepon.

Alkisah awal dimulai, Stu berencana akan menikah di Thailand tapi tidak menginginkan adanya pesta bujang dan sangat tidak menginginkan Alan ikut ke Thailand. Tentu hal ini membuat Phil dan Doug mendesak agar Alan diajak ke Thailand. Desakan Doug membuat Stu akhirnya rela mengajak Alan ikut ke Thailand.

Geng Wolfpack akhirnya berangkat ke Thailand, pola alur cerita di film ini nyaris sama dengan sekuel sebelumnya. Perbedaannya adalah tempat lebih variatif, bila scenegrafi sekuel pertama lebih didominasi perkotaan, di sekuel kedua terdapat lokasi Wihara Buddha khas Thailand dan tempat hiburan malam khas Thailand. Sang korban di film ini adalah Teddy dan Leslie Chow menjadi sekutu mereka.

Kesialan mereka dimulai dari Phil yang terbangun di kamar Losmen sewaan Chow, Alan yang tiba-tiba botak, dahi Stu yang tiba-tiba bertato seperti Mike Tyson, ditemukan sebuah jari buntung, ditemukannya seekor kera di kamar mereka. Mereka bingung seribu bingung lalu menemukan Chow yang tengah tertidur, ketika Chow akan menjelaskan apa yang terjadi, mendadak dia tewas dan mereka menyembunyikan mayat Chow dalam Lemari Es.

Setelah itu penelusuran berlanjut, mereka menemukan seorang pria paruh baya bisu yang diklaim sebagai Teddy, mereka dipukuli biksu, Alan menunjukan kebolehannya lagi sebagai tokoh pamungkas di film ini, Stu disetubuhi Ladyboy, Phil tertembak, mereka dikejar Geng Narkoba.

Kedua film ini cocok untuk dijadikan teman santai, tapi karena adanya beberapa scene 17+ film ini tidak cocok ditonton oleh orang kaku (orang yang sudut pandang asusilanya sempit) atau anak dibawah umur. Secara literature Film ini sangat direkomendasikan untuk yang ingin melatih Listening English karena vocabulary dan artikulasi bahasanya terbilang sederhana tapi asik, sangat disayangkan dialek Inggrisnya kasar, sering kali kata-kata umpatan ala amerika muncul. Maka dari itu sangat disarankan untuk berfikir fleksibel dan dinamis ketika menonton .

Nama Hangover di kamus bahasa inggris adalah Mabok Berat, orang awam mungkin mengira film ini diwarnai Sex, Drugs & Rock n Roll. Tapi Film ini sebenarnya mengartikan rasa ‘Setia Kawan’. Dimana mereka membuat kesenangan, mereka akan menikmatinya bersama, dimana mereka terus tertimpa kesialan dan kehilangan teman, mereka tetap mengarungi petualangan ini bersama-sama. Sangat mencirikan jiwa solidaritas yang tinggi.

.Regards
.Yongki Yessa aka Yongkru